Tri Hita Karana sebagai Landasan Filosofis Pendidikan Karakter Ekologis

I Putu Agus Aryatnaya Giri, Ni Luh Ardini, Ni Wayan Kertiani

Sari


Hubungan erat manusia dengan alam, bukanlah hanya sekedar hubungan biasa. Manusia adalah mikrokosmos dan alam semesta ini adalah makrokosmos. Jika makrokosmos terganggu kelestariannya maka akan berdampak signifikan bagi kelangsungan mikrokosmos pada diri manusia. Sikap setiap manusia terhadap lingkungannya tentunya menjadi bervariasi karena karakter dan kepentingan yang berbeda. Ada manusia yang merasa berkuasa penuh atas planet bumi ini sehingga ia menaklukkan lingkungan dengan membabat hutan, menambang mineral-mineral kekayaan bumi, menebang pohon di hutan, mengarungi lautan dan memanfaatkan energi sumber daya alam yang ada untuk kehidupan. Kesadaran ekologis perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak harus tahu  apa yang akan diperbuat mereka terhadap sekelilingnya. Pendidikan karakter ekologis sejatinya menjadikan siswa/ generasi muda Hindu yang cerdas dan bermartabat. Cerdas karena senantiasa diajarkan tentang lingkungan dan upaya melestarikannya. Bermartabat, karena manusia yang berkarakter ekologis berpandangan jauh kedepan, kearah nasib generasi setelahnya, yang juga berhak mendapat warisan alam yang baik, yang dapat membuat mereka hidup wajar, seperti generasi sebelumnya. Generasi muda yang berkarakter ekologis akan senantiasa memperjuangkan nasib sesamanya, manusia yang ada di sekelilingnya. Selain dipahami oleh siswa, Tri Hita Karana sebagai landasan filosofis dibalik pendidikan karakter ekologis harus pula dipahami dan dipraktekkan secara terintegrasi oleh orang tua dan  para guru  dengan mengembangkan suasana positif di sekolah dan di rumah, serta memberikan motivasi kepada anak-anaknya untuk mencintai lingkungan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Atmadja, Nengah Bawa. 2014. Saraswati Dan Ganesha Sebagai Simbol Paradigma Interpretativisme Dan Positivisme. Denpasar: Pustaka Larasan

Atmadja, Nengah Bawa. 2010. Ajeg Bali: Gerakan, Kultural, Dan Globalisasi. Yogyakarta: LKis.

Cahyadi, I Made & Sukerni, Ni Made. 2020. Artikel “Membentuk Karakter Siswa Dengan Menerapkan Tri Hita Karana Dalam Ajaran Agama Hindu”. Sang Acharya: Jurnal Profesi Guru Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Volume. 1, Nomor 2 Oktober 2020; e ISSN: 2722-8614

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya: Paramita.

Kaligis, J.R.E, dkk. 2008. Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta: Universitas Terbuka.

Mustari, Mohamad. 2014. Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Mujahidah. 2015. Artikel “Implementasi Teori Ekologi Bronfenbrenner Dalam Membangun Pendidikan Karakter Yang Berkualitas”. Jurnal Lentera, Vol. IXX, No. 2, Desember 2015.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim. 1984. Niti Castra Dalam Bentuk Kakawin. Jakarta: PHDI.

Wiana, I Ketut. 2006. Menyayangi Alam Wujud Bhakti Pada Tuhan. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Surabaya: Paramita.




DOI: https://doi.org/10.25078/sjf.v12i2.2697

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Diterbitkan Oleh:

Program Studi Filsafat Hindu Jurusan Filsafat Timur Fakultas Brahma Widya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar


Editorial Office: