PENGAJARAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH LANJUTAN ATAS KEAKRABAN GURU-MURID DENGAN KARYA SASTRA

I Wayan Sugita

Sari


The high school is the last level in the framework of basic education, which prepares students to continue their education or to college, or to the largest number work in the society. Especially if we remember this second possibility, that possibility can not be avoided by the majority of high school graduates as a result of the state of our education today, then we should be really concerned. These concerns are not just demanding to pitch our chest, but and even more demanding of ourselves efforts to bridge the gaps between reality and expectations of education


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Departemen Pendidikan dan Kebusayaan.1976. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975: Garis- garis Besar Program Pengajaran. Buku IIDI Bidang Studi: Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Oemarjati, Boen S. 1978. “Pengajaran Sastra dan Pembinaan Apresiasi Sastra” Kertas Kerja untuk Kongres Bahasa Indonesia III, Jakarta, 28 Oktober—3 November 1978. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1977/1978. Penelitian Kegiatan

Apresiasi Sastra Indonesia Murid (SMA) Jawa Barat. Laporan Penelitian oleh Fakultas Keguruan Sastra dan Seni. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung, untuk Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan daerah.

Rivai, Sitti Faizah. 1963. “Romah Pitjisan” Skripsi Sarjana Sastra. Jakarta: Fakultas Sastra. Universitas Indonesia

Rosidi, Ajip. 1969. Ichtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Binatjipta.

Sastrowardojo, Subagio. 1971. Bakat Alam dan Intelektualisme. Jakarta: Pustaka Jaya.

Teeuw, A., Prof. Dr. 1955. Pokok dan Tokoh

II. Jakarta: PT Pembangunan.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/klgw.v7i2.1022

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kalangwan Terindeks Oleh :

     

 

 
Jurnal Kalangwan berada di bawah lisensi CC BY-SA
 
 
View My Stats