MEREKONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERAN GURU DAN ORANG TUA TERHADAP KEBERHASILAN

I Kadek Arta Jaya

Sari


Untuk mencapai keberhasilan pendidikan maka diperlukan pembentukan karakter terlebih dahulu. Pembentukan karakter tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh seorang guru saja, namun harus bersinergi dengan orang tua peserta didik itu sendiri. Selain itu kepberhasilan peserta didik juga dipengaruhi oleh seorang guru yang bisa dijadikan sebagai tauladan disekolah, pendidikan karakter akan mudah untuk dibangun dalam sebuah lembaga pendidikan atau sekolah apabila adanya kerjasama antara guru dan para orang tua peserta didik.

Keluarga adalah merupakan tempat pendidikan anak yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak-anak. Peran keluarga sangat strategis dalam pembentukan akhlak mulia anak-anak. Sementara sekolah adalah tempat kedua dalam pembentukan karakter anak-anak. Oleh sebab itu, maka diperlukanlah kerjasama antara sekolah dengan keluarga. Pendidikan tidak hanya mendidik para peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya, menjadikan mereka manusia cerdas, akan tetapi juga dapat membangun kepribadiannya agar manusia memiliki akhlak mulia. Maka pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan disetiap sekolah, sebab pendidikan karakter ternyata berpengaruh sangat kuat dengan keberhasilan belajar. Dengan pengembangkan pendidikan karakter pada anak didik akan dapat menumbuhkan nilai-nilai yang terkait dengan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan masyarakat.


Kata Kunci


Rekonstruksi, Pendidikan, Peran guru, Orang tua, Kesuksesan pembelajaran

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abd. Wahab, H.S & Umiarso. 2011. Kepemimpinan Pendidikan dan Kecerdasan Spiritual. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Aryadharma, Ni Kadek Surpi. 2005. Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata Kiat Sukses Siswa Menurut Hindu. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Azzet, Akhmad Muhaimin. 2011. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Agustian, A. G. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Jakarta: Arga.

Goleman, Daniel. 1995. Emotional Intelligence. Alih Bahasa T. Hermaya. Kecerdasan Emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

________. 1998. Emotional Intelligence. Alih Bahasa T. Hermaya. Kecerdasan Emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

https://www.kajianpustaka.com. Diunduh hari Senin Tanggal 4 Januari 2020, jam 11.09).

Sandika, I Ketut. 2014. Membentuk Siswa Berkarakter Mulia Melalui Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Telaah Teks Kitab Chandogya Upanisad. Denpasar: Paramita Surabaya.

Soegeng, Ysh. A.Y. 2018. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.

Sokardjo, M. dan Komarudin, Ukim. 2009. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers.

Subagiasta, I Ketut. 2014. Pendidikan agama Hindu Bagi Peserta Didik dan Pendidik. Denpasar: Paramita Surabaya.

Tasmara, K.H. Toto. 2001. Kecerdassan Robaniah Trancendental Intelligence. Jakarta : Gema Insani.

Titib, I Made dan Sapariani, Ni Ketut. 2004. Keutamaan Manusia dan Pendidikan Budi Pekerti. Denpasar: Paramita Surabaya.

www.digilib.unila.ac.id, diunduh hari senin Tanggal 2 Pebruari 2020, jam 09.30).

www.pasramanganesha.sch.id. Diunduh tanggal 2 Pebruari 2020, jam 16.10 Wita).

Zuchdi, Darmiyati. 2010. Humanisasi Pendidikan Menemukan Pendidikan Yang Manusiawi. Jakarta: PT Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.25078/japam.v1i2.2797

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 Jurnal Pendidikan Agama berada dibawah lisensi CC BY-SA

View My Stats

live draw sgp