MAKNA ASTANGGA YOGA PATANJALI

I KETUT MADJA

Sari


Dalam agama Hindu, konsep dasar ajaran yoga tedapat dalam kitab-kitab suci agama Himdu yakni Weda dan Upanisad, kemudian dalam perkembagannya, konsep yoga diberi penjelasan oleh maha Rsi Patañjali yang termuat dalam kitab yoganya. Konsep ini dikenal dengan Astangga yoga, dan dipandang sebagai sebuah system, tersusun dan terjalin sedemikian rupa, sehingga dari tahapan awal sampai dengan tahapan terahkir disebut Samadhi, terjalin hubungan yang integrative tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. menerapkan delapan tahapan. Dari tahapan yang pertama sampai dengan tahapan yang terakhir atau tahapan ke delapan memiliki maknanya masing-masing. Tahapan-tahapan itu eksis dalam satu sistem, masing-masing tahapan saling keterkaitan dengan tahapan berikutnya. Hal ini tentu kalau seseorang berniat mempraktekan tahapan-tahapan itu dengan  secara bersugguh-sungguh, akan memperoleh kesehatan yang baik. Simpulannya adalah bahwa makna Astangga Yoga adalah: bahwa makna tahapan-tahapan Astangga Yoga Patanjali adalah meningkatkan kesehatan, dan penyatuan dengan sang Pencipta.


Kata Kunci


Makna, Astangga Yoga Patanjali

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Baba, Bhagawan Sri Satya Sai, 1994. Meditasi Diana Mahini. Jakarta. Yayasan Sri Satya Sai Baba Indoneaia.

Haran, Sigh Maharaj. 1993. The Master Answer Sat Guru Menjawab. Edisi I. Jakarta; Yayasan Radha Suami Satsang Beas Indonesia.

Johnson, Doyle P. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta; PT Gramedia.

Kamajaya, Gede. 2000. Yoga Kundalini. Cara untuk Mencapai Sidhi dan Moksa. Surabaya; Paramita

Kasturi, Ni. 1997. Komposisi Sebuah Pengantar Kepada Kemahiran Bahasa. Jakarta; PT Gramedia.

Kajeng, I Nyoman Dkk. 1997. SARASAMUCCAYA Dengan Terjemahan Sansekerta dan Jawa Kuno. Jakarta; Hanuman Sakti.

Madja, I Ketut. 2008. Konsep Yoga Patañjali dan Yoga Wrhaspati Tattwa Sebuah Studi Komparatif. Program Pascasarjana Program Studi Brahma Widia IHDN Denpasar.

Saraswati, Swami Satya Prakish. 1996. Patanjali Raja Yoga. Surabaya; Paramita.

Tim Penyusun. 1999. Siwa Tattwa. Denpasar; Upasada Sastra.

Tim Penyusun. 2012. Yoga. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. Kementerian Agama RI.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/gw.v7i1.1278

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Guna Widya terindex

     

]