PERANG BHARATA (BHARATAYUDDHA) DI ERA REFORMASI

I Ketut Agus Murdiana

Sari


War Of Bharatayuddha is a story that tells about the war of cousins in Mahabarata. It happened because of tri incidents, which are power struggle, envy, and incitement of Sengkuni. The goal in this Research is to analyze the incident  of Bharatayuddha war, in  Mahabarata story. Basically this story has already occured in Indonesia, as we can see and analyze from the conflicts that happened in the country.

Conflict is the root of a war that spilled lots of blood. This very conflict had also happened in Indonesia, which is the fight between the people in the country. The essence of Indonesia is being an independent nation filled with diversity in unity, which is built upon the hopes and determination of our ancestors and the nation heroes to create the big nation. The unity of the entire country is absolutely priceless. It is a heritage, a gift from our ancestors who had fought with their lives for unity and independence.

 

Key Word : Bharatayuddha War, Conflict and Unity

 

Perang bharatyudda merupakan kisah peperangan antar saudara yang terdapat dalam cerita mahabarata.  Perang ini terjadi karena disebabkan oleh tiga hal yakni, perebutan kekuasaan, rasa iri hati, dan hasutan Sengkuni. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa cerita mahabarata mengenai terjadinya perang baratayudha. Pada dasarnya cerita mahabarata ini sudah terjadi didalam kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari konflik-konflik yang terjadi di Indonesia.

Konflik merupakan awal terjadinya sebuah perang yang menimbulkan pertumpahan darah. Konflik yang terjadi antara warga Negara Indonesia sendiri, dimana hal ini merupakan perang antar saudara sendiri. Karena pada hakekatnya bangsa Indonesia merupakan bangsa yang merdeka karena persatuan dari kebhinekaan, kesatuan tekad para leluhur dan para pahlawan untuk membuat kesepakatan untuk bersatu sebagai bangsa yang besar yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI adalah sebagai warisan leluhur, dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan menegakkan kembali hak asasi manusia untuk merdeka.

 


Kata Kunci


Bharatayuddha War, Conflict and Unity

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agung, Iskandar dan Zako, Amrazi. (2019). Menangkal Penyebaran Radikalisme di Sekolah. Bogor : PT Penerbit IPB Press

Ardana, I Ketut. (2012). SEKALA NISKALA : REALITAS KEHIDUPAN DALAM DIMENSI RWA BHINEDA. DEWA RUCI : JURNAL PENGKAJIAN DAN PENCIPTAAN SENI 8 (1).

Ismadi, Janu. (2019). Spirit Pancasila. Tanggerang : Delta Edukasi Prima

Lal. P Dan Hartowrdojo, S.Harijadi (penerjemah). (2008). Mahabarata (The Mahabharata of Vyasa). Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.

Mulyono, Galih Puji. (2017). RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA (Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Kewarganeraan). CITIZENSHIP JURNAL PANCSILA DAN KEWARGANEGARAAN 5(1). Pp. 64-74

Rai,S.I Wayan. (2001). RWA BHINEDA DALAM BERKESENIAN BALI. MUDRA : JURNALSENI BUDAYA, 11.

Republik Indonesia. Undang-Undang Tentang Pertahanan Negara Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia No.3 Tahun 2002

Seriadi, S. l. N. (2016). MELALUI PENDIDIKAN AGAMA HINDU MENINGKATKAN SRADHA MAHASISWADI KAMPUS IHDN DENPASAR. JURNAL PENJAMIN MUTU, 1(2). (pp 31-39).

Tike, Arifuddin. (2018). POLA KOMUNIKASI DALAM PENANGGULANGAN KONFLIK. JURNAL DAKWAH TABLIGH 17(2). (pp 1-14).

Widyaswoko, Wiwid. (2018). MEMAKNAI PERANG BARATAYUDHA DALAM PERSPEKTIF KITAB KELUARAN (EXODUS). JURNAL ABDIEL : KHAZANAH PEMIKIRAN TEOLOGI

Wiguna, I. M. A. (2018). UNIVERSALITAS MAHATMA GANDHI. GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU, 4(1).

http://id.m.wikipedia.org/wiki/perang_saudara, diakses 23 desember 2019




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/gw.v7i1.1213

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Guna Widya terindex

     

]