Kawin Massal/Makandal Massal Studi Kasus Di Desa Songan A Dan B Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli

gede rai parsua

Sari


Perkawinan merupakan suka sama suka antara orang Pria dan Perempuan dengan di saksikan oleh tiga saksi yaitu Dewa saksi, Manusia saksi, Bhuta saksi. Perkawinan yang dilakukan di luar itu belum sah. Perkawinan yang paling sering terjadi di Bali adalah Perkawinan meminang (meminta) oleh pihak laki-laki kerumah perempuan. Biaya perkawinan dizaman modern ini lumayan besar menghabiskan uang apalagi istrinya dari jauh desa yang berbeda. Besarnya biaya tersebut dari pertama mesedek (memberitaukan kepihak wanita), meminang (mengambil), upacara perkawinan sampai resepsi. Besarnya biaya yang dihabiskan termasuk di Songan sehingga banyak melakukan tahapan Perkawinan satu tahapan saja. Tidak semua masyarakat yang melakukan upacara kawin massal di Songan. Yang melakukan upacara kawin massal di Songan hanya karena ada masalah saja. Penyebab adanya upacara kawin massal di Songan karena kawin lari, karena ada yang mengambi listri lebih dari satu, yang istrinya kedua, ketiga dan seterusnya di upacarai dengan kawin massal disamping itu juga ada yang karena belum tamat sekolah keburu kawin, karena keburu meninggal, karena ekonominya lemah. Berbagai macam fenomena ini khususnya yang keburu meninggal karena ekonomi lemah dan karena pada zaman dulu sering ada bencana, belum disetujui oleh orang tua yang perempuan sehingga sampai belum lengkap tahapan perkawinannya. Semua masyarakat Songan upacara perkawinannya dilakukan di Pura Desa. Tetapi sebelum ke Pura Desa terlebih dahulu dilakukan tahapan-tahapan. Tahapan yang pertama beakaon di rumah masing-masing. Tahapan selanjutnya seperti misalnya metipatbantalan (mendatangi rumah yang perempuan) bagi yang sudah meninggal biasanya dilakukan setelah diaben dengan mepiuning/nangiang Dewa Hyang untuk diiring diajak untuk kerumah perempuan dengan simbul pejati atau Daksina sebagaimana layaknya orang yang masih hidup dengan proses yang sama. Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : Bagaimanakah Bentuk Perkawinan Massal Di Desa Songan, Kintamani, Bangli ?, Mengapa Perkawinan Massal di lakkukan di Songan, Kintamani, Bangli ?, Bagaimanakah Implikasi Perkawinan Massal Di Songan, Kintamani, Bangli ?. teori yang digunakan adalah teori fungsionalis struktural, teori fenomenologi dan teori perubahan sosial. Metode Penelitian ; Jenis dan Pendekatan Penelitian, Jenis dan Sumber Data. Metode Pengumpulan Data ; observasi langsung nonpartisifan, wawancara tidak berstruktur, Pustaka, pencatatan dokumen. Tehnik Analisis Datanya; Pengelompokan Data, Reduksi Data, Transformasi Data, Pengecekan Keabsahan temuan, Penyajian Data, Penyimpulan dan Verifikasi

Perkawinan di Desa Songan ada yang melakukan Perkawinan/Makandal sendiri-sendiri atau non massal, dan ada yang melakukan Perkawinan Massal/Makandal Massal. Perkawinan massal maupun Perkawinan non massal di Songan dilakukan di Pura Bale Agung, semua masyarakat Songan melakukan Upacara Perkawinan di Pura Bale Agung baik massal maupun non massal. Idealnya sebuah perkawinan di Songan yaitu kalau sudah ada Tri Upasaksi (tiga saksi) yaitu Bhuta Saksi, Manusa Saksi, Dewa Saksi, maka Perkawinan menurut adat Songan tersebut Sah.

Perkawinan Massal atau Makandal Massal dilakukan di Pura Desa/Pura Bale Agung Songan karena sudah turun temurun dan setelah Makandal Massal agar bisa memasuki Pura-pura yang ada di Songan. Selain itu Kawin Massal atau Makandal Massal dilakukan agar lebih efektif dan efisien karena jauh lebih hemat dibandingkan dengan non massal

Implikasi Perkawinan Massal atau Makandal Massal di Songan  membawa dampak yang sangat jelas dirasakan, semua masyarakat Songan kalau sudah kawin langsung otomatis ngayah, atau disebut Ngayahang Kurenan, Ngayahang Kurenan artinya begitu kawin langsung melaksanakan kewajiban membayar peturunan di desa adat, segala macam urunan atau biaya upacara di Pura maupun suka-duka langsung mereka kena peturunan baik itu orang tuanya masih hidup maupun orang tuanya sudah meninggal.


Kata Kunci


Kawin Massal

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


E Daaftar Pustaka

Ananda Kusuma. 1998. Prembon Bali Agung. Denpasar : CV. Kayumas Agung

Alwasilah, A. Chaedar. 2002. Pokoknya Kualitatif. Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta : Pt. Dunia Pustaka Jawa

Anom. 2010. Perkawinan Menurut Adat Agama Hindu. Denpasar : CV. Kayumas Agung

Agus Supomo. 2013. Kajian Teologi Hindu dalam Upacara Perkawinan Adat Jawa di Desa Kumendung Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. IHDN Denpasar

Ariasih 2015. Prakawin Kalangan Remaja Hindu Kota Denpasar (Perspektif Teologi Hindu). Tesis. Program Pascasarjan IHDN Denpasar

Babad Catur Sanak Warih Ida Mpu Kamareka Miwah Pra Sanak Bali Mula. 2005

Burhan Bungin. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Bernard Raho, SVD. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Prestasi Pustaka

Deddy, Mulyana. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Fatchan. 2004. Teori-teori Perubahan Sosial. Surabaya : Yayasan Kampusina

Gde Rawi. 2016. Ala Ayuning Dewasa. Denpasar : ESBE Buku

Hilman Hadikusuma. 2007. Hukum Perkawinan Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama. Bandung : Mandar Maju

Jalaludin. 2002. Psikologi Agama. Jakarta : Grafindo Persada

Kadjeng, dkk. 2003. Sarascamuscaya. Surabaya: Paramita

Kaelan. 2011. Model Penelitian Kualitatif Inderdisipliner. Yogyakarta:

Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, Lexy, J. 1993. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Maswinara. 1999. RgVeda Samhita. Surabaya : Paramita

Margono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Pt Rineka Cipta

Mardalis. 2004. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : Bumi Angkasa

Manik. 2009. Upacara Sipatan dalam Perkawinan di Desa Pakraman Kintamani, Kabupaten Bangli Persfektif Pendidikan Agama Hindu. IHDN Denpasar

Neuman, W Lawrence. 2003. Sosial Research Methods, Qualitative and Quantitative Approach. AB, Boston : New York.

Paul B. Horton. Sosiologi. Jakarta : Erlangga.

Partowisastro, H.Koestoer.A. Adisuprapto.1978. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. Jilid I. Jakarta : Erlangga

Poerwadramito. 1987. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Poerwadarmito. 1989. Kamus Besar Bahaa Indonesia Edisi I. Jakarta: Balai Pustaka

Pudja, G. 2003. Manawa Dharmasastra (Manu Dharmasastra). Jakarta : Mitra Jaya

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No 56 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan Hindu

Puja Duarsa. 2017. Aktivitas Komunikasi Dalam Perkawinan Mepadik Umat Hindu di Desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Tesis. Program Pascasarjana IHDN Denpasar

Robert H. Lauer. 1989. Perspektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta : Bina Aksara.

Sudikan, Setya Yuana. 2001. Metode penelitian kebudayaan. Surabaya : Citra Wacana.

Sudikan, Setya Yuana. 2001. Metode penelitian kebudayaan. Surabaya : Citra Wacana.

Salim, Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (dari Densin Guba dan Penerapannya). Yogyakarta : PT. Tiara Wacana.

Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta

Suharsimi, A. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta

Sugiarta. 2008. Perkawinan Ngambis di Desa Pakraman Lumbung Susut Bangli (Perspektif Sosio Relegi). IHDN Denpasar

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D).Bandung: Alfabeta.

Sumartini. 2010. Pamelin Taluh Dalam Upacara Perkawinan di Desa Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. IHDN Denpasar

Titib. 2016. Wiwaha Perkawinan Sebagai Gerbang Menuju Grihasta. Surabaya : Paramita

Widana. 2010. Makandal dalam Perkawinan Gebog Satak Tiga Buungan, Kabupaten Bangli Kajian Pendidikan Agama Hindu. Tesis. Program Pascasarjana IHDN Denpasar

Wirawan. 2012. Teori-teori Sosial Dalam Tiga Paradigma. Prenadamedia Group : Jakarta

Zubaendi, 2012. Desai Pendidikan Karakter. Jakarta. kencana Prenada Media Group.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/gw.v7i1.1212

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Guna Widya terindex

     

]