Wawasan Kerukunan melalui Tri Hita Karana dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik

I Made Sukma Muniksu, Ni Made Muliani

Sari


Peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan pemahaman peserta didik dalam pendidikan agama termasuk pendidikan agama berwawasan kerukunan. Karena orang tua dan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama yang diterima oleh peserta didik. Tidak hanya berteman dengan peserta didik intern agama, tetapi peserta didik juga harus bisa berteman dengan antar agama. Karena pada dasarnya seluruh agama yang berada di Indonesia menginginkan kerukunan tersebut. Kerukunan dapat dicapai salah satunya dalam agama Hindu yaitu pelaksanaan Tri Hita Karana. Terdapat lima nilai karakter utama peserta didik untuk menanamkan wawasan kerukunan umat beragama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Ajaran Tri Hita Karana mengajarkan bagaimana peserta didik melakukan kewajibannya terhadap Tuhan, menjalin  dan menjaga keharmonisan dengan orang lain (orang tua, guru dan teman), serta dapat menjaga alam lingkungan sebagai rasa bakti terhadap Tuhan. Untuk menerapkan Tri Hita Karana, peserta didik harus dilengkapi dengan penguatan pendidikan karakter untuk mencapai kerukunan.


Kata Kunci


Kerukunan, Tri Hita Karana, Karakter

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Djamarah, Saiful Bahri. 2005. Guru dan Peserta didik Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu, Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Surabaya: Paramita

Koesoema A. Doni. 2010. Pendidikan Karakter : Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta : Grasindo.

Mu’in, Fatchul. 2011. Pendidikan Karakter Konstruksi Teoretik & Praktik. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.

Pengelola Web Kemendikbud. 2017. Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Soemanto, dkk. 2018. Pendidikan Agama Berwawasan Kerukunan. Jakarta : PT. Pena Citasatria.

Sriasih, dkk. Strategi Pembelajaran Berorientasi Konsep Tri Hita Karana pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha.

https://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/JPAH/article/download/237/201. Diunduh pada 04 Januari 2020.

Syarbini, Amirulloh. 2012. Buku Pintar Pendidikan Karakter, Panduan Lengkap Mendidik Karakter Anak di Sekolah, Madrasah dan Rumah. Jakarta: as@-Prima Pustaka.

Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Wahyudi dan Supartha. Penerapan Konsep Tri Hita Karana dalam Hubungannya dengan Budaya Organisasi di Rektorat UNUD.

https://media.neliti.com/media/publications/249335-penerapan-konsep-tri-hita-karana-dalam-c7303ff0.pdf. Diunduh 09 Januari 2022.

Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Surabaya : Paramita.

Wirawan, I Made Adi. 2011. Tri Hita Karana Kajian Teologi Sosiologi dan Ekologi Menurut Veda. Surabaya : Paramitha.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/gw.v7i1.1211

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Guna Widya terindex

     

]