PELINGGIH PADMATIGA PENATARAN AGUNG BESAKIH (Analisis Bentuk, Fungsi, Dan Makna)

Ni Komang Sutriyanti

Sari


Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali, adapun bangunan suci yang paling utama di Pura Besakih adalah Pelinggih Padmatiga yang berada di areal Penataran Agung Pura Besakih. Bentuk Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih terdiri dari empat bagian yaitu : bagian dasar (altar), bagian kaki yang disebut tepas, badan atau batur dan kepala yang disebut sari. Pada  bagian-bagiannya terdapat ornament seperti : karang asti, naga anantaboga, naga basuki, Naga tatsaka, karang boma, karang paksi, candrasangkala, karang goak, simbar, karang asti/gajah, dan burung garuda, bedawang nala, serta pepalihan. Fungsi Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih mempunyai fungsi yaitu : fungsi pemujaan,  fungsi estetika, fungsi sebagai sumber kesucian dan kerahayuan bagi umat Hindu, dan fungsi pemersatu umat. Makna Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih mempunyai makna filosofis.

Kata Kunci : Pelinggih Padmatiga, Bentuk, Fungsi, dan Makna.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Acwin Dwijendra, Ngakan Ketut. 2008. Arsitektur Bangunan Suci Hindu Berdasarkan Asta Kosala-Kosali. Denpasar : Udayana University Press.

……………………………………. 2010. Arsitektur Tradisional Bali di Ranah Publik. Denpasar : CV Bali Media Adhikarsa.

Adnyana, Made, 2008. Palinggih Panggungan Sebagai Subsistem Pemujaan pada Upacara Piodalan Di Pura Desa Pakraman Panji Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna). Tesis. Program Studi Magister Brahma Widya, Institut Hindu Darma Negeri Denpasar.

Agastia, Ida Bagus Gede, 1996. Eka Dasa Rudra, Eka Bhuana. Denpasar : PHDI Pusat.

Ali, Lukman. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Arya, I Made. 2007. Bentuk, Fungsi dan Makna Bangunan Sanggah Kamulan Masyarakat Desa Pakraman Sidetapa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Hindu Darma Negeri Denpasar.

Bachtiar, 1997. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta : Pen. PT. Gramedia.

Bungin, Burhen. 2001. Metodelogi Penelitian Sosial Format-format Kualitatif dan Kuantitatif. Surabaya : Airlangga Universitas.

Cholid, Narbuko dkk, 1971. Metode Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara.

Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Metodologi Penelitian dan Tehnik Penyusunan Skripsi. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Gelebet, I Nyoman, dkk. 1986. Arsitektur Tradisional Daerah Bali. Bali : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Gulo, 2004. Metodologi Penelitian, Jakarta : Gramedia Widasastra Indonesia.

Iqbal, Hasan. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalies Indonesia.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. 2012. Data Keagamaan Provinsi Bali.

Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta : Paradigma.

Kleden, Ignas, 1996. Pergeseran Nilai Moral, Perkembangan Seni dan Perubahan Sosial. Jakarta : Pustaka Grafika.

Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Antropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

………………...1993. Metode Penelitian Masyarakat. Edisi Ketiga, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

………………… 1998. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta : Dian Rakyat.

Margaret, M. Polomo.2003. Sosiologi Kontemporer. Jakarta : Depag.

Moeleong, Lexy. 1993. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

…………………. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

…………………. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nasikum. 2003. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.

Poerwadarminta, WJS. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Revisi. Jakarta : Balai Pustaka.

Putra, I.G.A.G & Sadia, I Wayan. 1998. Wrhaspati Tattwa. Surabaya : Paramita.

Redana, Made. 2006. Metodologi Penelitian. Denpasar : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Sandhily.1991. Ensiklopedi Indonesia IV. Jakarta.

Soebandi, Ktut. 1981. Pura (Kawitan/Padharman dan Penyungsungang Jagat). Denpasar : Kayumas.

Soelaeman, Dadang, 1995. Psikologi Remaja Dimensi-dimensi Perkembangan. Bandung : Mandar Maju.

Stuart-Fox, David J. 2010. Pura Besakih (Pura, Agama, dan Masyarakat Bali). Denpasar : Pustaka Larasan, Udayana University Press dan KITLV Jakarta.

Sudarsana, I. K. (2015). Pentingnya Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter bagi Remaja Putus Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71567-1-5, pp. 343-349). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2014). Membangun Budaya Sekolah Berbasis Nilai Pendidikan Agama Hindu untuk Membentuk Karakter Warga Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71464-0-2, pp. 69-75). Pascasarjana IHDN Denpasar.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV Alfabeta.

Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sunasdyana, I Wayan. 2010. Badawang Nala Dalam Palinggih Meru di Pura Penataran Agung Dalem Balingkang Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (Perspektif Teologi Hindu). Tesis. Program Studi Magister Brahma Widya, Institut Hindu Darma Negeri Denpasar.

Sukandarrumidi. 2002. Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Suprayoga dan Tabroni. 2001. Metodelogi Penelitian Sosial Agama. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Suryabrata, Sumadi, 2003. Metode Penelitian. Yogyakarta : Penerbit Rajawali Pers.

Tim Penyusun, 2010. Mengenal Pura Sad Kahyangan & Kahyangan Jagat. Denpasar : Pustaka Bali Post.

Titib, I Made. 2001. Teologi & Simbol-simbol dalam Agama Hindu. Surabaya : Paramita.

……………. 2005. Disertasi : Persepsi Umat Hindu Di Bali Terhadap Svarga, Naraka, Dan Moksa Dalam Svargarohanaparva Perspektif Kajian Budaya. Program Pascasarjana. Universitas Udayana.

Nyoka. 1995. Sejarah Singkat dan Raja Purananya Pura Besakih. Denpasar : Toko Buku Ria.

Wiana, I Ketut. 2009. Pura Besakih Hulunya Pulau Bali. Surabaya : Paramita.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Google Scholar Logo IPI