SENI TRADISI JOGED BUMBUNG DIANTARA TONTONAN ESTETIK DAN ETIK

I Nyoman Winyana

Sari


Seni joged bumbung adalah salah satu seni pertunjukan yang tumbuh di tengah tengah masyarakat agraris. Menjelma menjadi seni popular di kalangan masyarakat tertentu karena keberanian sekaa joged Bumbung yang tumbuh di Desa Sinabun, Sawan, Buleleng, membawa pada konsep bentuk estetika yang dipengaruhi oleh budaya banalistik. Kenorakan dalam melawan kemapanan nilai etika yang ada di tengah-tengah masyarakat membuat isu seni joged bumbung dianggap menodai etika seni.

Tulisan ini berangkat dari hasil penelitian kualitatif yang dilakukan dengan mengandalkan data lapangan. Metode yang diterapkan bersumber pada data primer dan sekunder di mana data yang terkumpul dilakukan melalui wewancara langsung dengan kreator atau pelaku seni.

Hasilnya menunjukan bahwa sekaa seni joged bumbung itu dapat terwujud karena di dalam pengkemasannya memegang prinsip pasar yang mengarah pada budaya kapital. Hal itu mempengaruhi tindakan para pelaku untuk berada di luar jalur estetika yang berkembang sebelumnya. Pada kelompok masyarakat tertentu seni joged bumbung Sinabun (ngebor) menjadi popular namun di sisi lain memunculkan tindakan skiptis karena dianggap dapat mencemari budaya seni Joged bumbung.

 

Kata Kunci ; Seni joged Bumbung Sinabun, Etika dan Estetika


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Barker Chris, 2000, “ Cultural Studies, Teoeri dan Praktek”, Penerbit PT. Bintang Pustaka ; Yogjakarta.

Djelantik, 1992. “Pengantar Filsafat Keindahan dan kesenian”, Penerbit STSI Denpasar; Denpasar.

Ibrahim, Edy Subandi Editor,1997, “Life Style Ecstasy”, Penerbit Jalasutra IKAPI; Bandung.

Lubis Akhyar Yusuf, 2014, “Filsafat Ilmu Klasik Hingga Kontemporer, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada; Jakarta.

Priyono, Herry, 2002. “Anthony Giddens sebuah Pengantar”, Penerbit Kepustakaan popular Gramedia; Jakarta.

Santoso Listiyono, Dkk,2014, “Seri Pemikiran Tokoh Epistimologi Kiri”,Penerbit AR-RUZZ Media; Yogjakarta.

Sudarsana, I. K. (2015). Pentingnya Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter bagi Remaja Putus Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71567-1-5, pp. 343-349). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2014). Membangun Budaya Sekolah Berbasis Nilai Pendidikan Agama Hindu untuk Membentuk Karakter Warga Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71464-0-2, pp. 69-75). Pascasarjana IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015). Inovasi Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Berbasis Multikulturalisme. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71567-3-9, pp. 94-101). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2014). Kebertahanan Tradisi Magibung Sebagai Kearifan Lokal dalam Menjaga Persaudaraan Masyarakat Hindu. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71598-0-8, pp. 137-143). Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar.

Sutrisno SJ, FX. Mudji, dkk., 1993. “Estetika Filsafat Keindahan”, Penerbit Kanisius IKAPI; Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Google Scholar Logo IPI