CILI DALAM UPACARA DEWA YADNYA DI DESA PEJATEN, KEDIRI, TABANAN (Kajian Teologi Perempuan)

Ida Ayu Tary Puspa

Sari


Cili adalah pantun nini sebagai perwujudan dari Dewa Wisnu, Dewi Sri. Penyembahan dewi kesuburan diwujudkan oleh petani di Desa Pejaten Kediri, Kabupaten Tabanan. Untuk petani / agraris maka mereka berada di pertanian setiap hari.

Dengan latar belakang tersebut, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) bagaimana membentuk Cili jender adalah upacara Dewa Yadnya di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan? , 2) Apa fungsi dari Cili dalam upacara dewa yadnya di desa Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ?, dan 3) Apa arti dari teologi perempuan di Cili dalam upacara dewa yadnya di desa  Pejaten , kecamatan Kediri Kabupaten , Tabanan? Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memperkaya dan melestarikan tradisi dalam upacara dan menghormati perempuan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1) teori agama, 2) teori fungsionalisme struktural, teori simbol, dan 4) teori gender.

Dalam penelitian ini hasil dapat disajikan; berikut: 1) Cili dalam gender upacara Dewa yadnya adalah upacara di pertanian mulai dari penanaman benih , mengambil padi, diupacarai di jineng, dan upacara negtegang padi dalam upacara Ngenteg Linggih, 2) Fungsi Cili dalam upacara Dewa Yadnya antara agama lainnya fungsi, etika, dan pelestarian sosial budaya, 3) arti teologi, kesetaraan gender, estetika, dan simbolis.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Cili adalah perwujudan dari Dewi Sri Vishnu disembah dalam upacara Yadnya dewa suci yang memberi arti bahwa umat Hindu juga menyembah feminisme dewi.

 

Kata kunci: Cili, Upacara Dewa Yadnya, Teologi Feminim

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, Irwan. 1997. Sangkan Paran Gender. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Abdullah, Irwan. 2001. Seks, Gender, dan Reproduksi Kekuasaan. Yogyakarta: Terawang Press.

Anonim. 1968. Upadesa : Tentang Ajaran-ajaran Agama Hindu. Denpasar: Yayasan Hindhu Dharma.

Branen, Julia. 2004 Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Debroy, Bibek dan Dipavali Debroy. 2001. Visnu Purana. Terjemahan Oka Sanjaya. Surabaya: Paramita.

Etty, M. 2004. Perempuan Memutus Mata Rantai Asimetri. Jakarta: Gramedia.

Fakih, Mansour. 2007. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Goris, R. 1954. Bali, Atlas Kebudayaan. Jakarta.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2006. Seni dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Penerbit Buku Pustaka.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Maswinara, I Wayan. 2007. Dewa Dewi Hindu. Surabaya: Paramita.

Moleong, Lexy. 2003. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Parrinder, Geoffrey. 2005. Teologi Seksual Yogyakarta: LKIS.

Pendit, Nyoman S. 1993. Hindu dalam Tafsir Modern. Jakarta: Yayasan Dharma Sastra.

Puspa, Ida Ayu Tary. 2011. Sakti dalam Purana sebuah Kajian Gender. Denpasar: IHDN. Hasil Penelitian yang belum diterbitkan

Redig, I Wayan. 2008. Ikonografi Sakti dalam Siwaisme sebuah Fenomena Persoalan Gender dalam Pusaka Budaya dan Nilai-Nilai Religiusitas. I Ketut Setiawan (Ed). Denpasar: Fakultas Sastra Unud.

Ritzer, George. 2003. Teori Sosial Postmodern (Terj. Muhamad Taufik). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Sardi Martin. 1983. Agama Multidimensional. Bandung:Alumni.

Sudarsana, I. K. (2014). Peningkatan Peran Pendidikan Agama Hindu dalam Membangun Remaja Humanis dan Pluralis. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71567-0-8, pp. 26-32). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015). Pentingnya Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter bagi Remaja Putus Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-71567-1-5, pp. 343-349). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Tim Penyusus. 1985. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu I-XV. Denpasar: PHDI Pusat.

Titib, I Made. 2001. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2000. Makna Upacara Yadnya dalam Agama Hnidu I. Surabaya: Paramita.

Widia, Wayan, dkk. 1990. Cili sebagai Lambang Dewi Kesuburan di Bali. Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Wijayananda, Ida Mpu Jaya. 2003. Tetandingan lan Sorohan Bebanten. Surabaya: Paramita.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Google Scholar Logo IPI