KONSEP KOSMOLOGI DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA

I Gusti Made Widya Sena

Sari


Ajaran kosmologi atau penciptaan dan pemeliharaan alam semesta merupakan salah satu ajaran yang penting dalam dharma atau kebenaran. Ajaran ini dapat membuka mata manusia dalam mencoba untuk meneliti, memahami dan pada akhirnya dapat menarik benang merah dari ajaran Buddha kepada umatnya melalui berbagai diskusi dan dialog-dialog yang tertuang di dalam dharma.

Pengetahuan secara tepat dan mengimplementasikan secara benar akan konsep ini, khususnya mengenai Konsep Kosmologi dalam perspektif Agama Buddha sangat penting dikedepankan menuju pada pemahaman yang tepat dalam kehidupan sehari-hari serta bagi umat non Buddha dapat mengenal ajaran Buddha di dalam meningkatkan nilai-nilai toleransi keberagamaan.

Siddharta Gautama dilahirkan sekitar tahun 60 S.M di taman Lumbhini di kerajaan Kapilawastu, India Utara, sekitar 100 mil dari Benares. Ayahnya Suddhodhana, adalah seorang Raja yang memerintah suku Sakya, dan ibunya adalah Ratu Maya.

Menurut Perspektif Agama Buddha, kosmos Buddha terbagi dalam tiga alam besar, yakni alam indria, alam bermateri halus dan alam tanpa materi. Masing-masingnya terdiri dari sejumlah alam-alam kecil, yang totalnya berjumlah 31 alam kehidupan. Makhluk-makhluk yang berdiam di 31 alam kehidupan ini masih mengalami kelahiran, penderitaan dan kematian. Begitu juga halnya dengan 31 alam kehidupan ini, semuanya tidak kekal.

 

Kata Kunci: Kosmologi, Perspektif, Buddha

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad, Nur. 2001. Pluralitas Agama: Kerukunan Dalam Keragaman. Jakarta: Kompas.

Ali, Sayuti. 2002. Metodologi Penelitian Agama Pendekatan teori & Praktek. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Armstrong, Karen. 2011. Sejarah Tuhan: Kisah 4.000 Tahun Pencarian Tuhan Dalam Agama-agama Manusia. Bandung: Mizan Pustaka.

Azra, Azyumardi. 2002. Reposisi Hubungan Agama Dan Negara. Jakarta : Kompas.

Bodhi dan Nanamoli. 1995. Khotbah-Khotbah Menengah Sang Buddha (Majjhima Nikaya). Jakarta: Dhamma Citta Press.

Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoretis Terhadap Fenomena. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Cholil, Suhadi. 2008. Resonansi Dialog Agama Dan Budaya Dari Kebebasan Beragama, Pendidikan Multikultur, Sampai RUU Anti Pornografi. Yogyakarta : CRCS.

Coward, Harold. 1989. Pluralisme Tantangan Bagi Agama-Agama. Yogyakarta : Kanisius.

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya: Paramita.

Denzin, K. Norman dan Yvonna S. Lincoln. 2009. Handbook Of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Eliade, Mircea. 1995. The Encyclopedia Of Religion Volume 11. Simon & Schuster Mac Mullan

Hadikusuma, Hilman. 1993. Antropologi Agama Bagian II. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hadi, Sutrisno. 2000. Metodologi Research Jilid 1 dan 2. Yogyakarta : Andi.

Hardiwiryana, Robert. 2000. Dialog Umat Kristiani Dengan Umat Pluri Agama / Kepercayaan Di Nusantara. Yogyakarta: Kanisius.

Hadi, Riyanto. 2004. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit.

Hasnun, H Anwar. 2004. Pedoman Dan Petunjuk Praktis Karya Tulis. Yogyakarta: Absolut.

Honig, A.G. 20015. Ilmu Agama. Jakarta: Gunung Mulia.

Mariasusai, Dhavamony. 1995. Fenomenologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Mardalis. 2004. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pelly, Usman dan Asih Menanti. 1994. Teori-teori Sosial Budaya. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Depdikbud.

Perwiranegara, Ratu Alamsjah. 1982. Kehidupan Beragama dan Pembangunan Nasional. Jakarta: PT. Karya Unipress

Robertson, Roland. 1988. Agama: Dalam Analisa Dan Interpretasi Sosiologis. Jakarta: Rajawali Pers.

Ryrie, Charles C. 1991. Teologi Dasar 2 Panduan Populer Untuk Memahami Kebenaran Alkitab. Yogyakarta : Andi.

Romdon. 1996. Metodologi Ilmu Perbandingan Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa.

Rinpoche, Zopa. 2000. How To Be Happy. Bandung: Grasindo.

Raho, Bernard.2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Prestasi Pustaka.

Stokes, Gilian. 2001. Buddha (Seri Siapa Dia ? ). Jakarta: Erlangga

Soelaeman, M. Munandar. 2005. Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sudadi dan Watra. 2007. Dasar-dasar Filsafat (Pengantar Filsafat). Surabaya: Paramita

Sudarsana, I. K. (2015). Peran Pendidikan Non Formal dalam Pemberdayaan Perempuan. In Seminar Nasional (No. ISBN: 978-602-72630-0-0, pp. 135-139). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2013). Pentingnya Organisasi Profesi, Sertifikasi dan Akreditasi sebagai Penguatan Eksistensi Pendidikan Nonformal. In International Seminar (No. ISBN: 978-602-17016-2-1, pp. 176-187). Department Of Nonformal Faculty Of Education UPI.

Suprayogo, Iman & Tobroni. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Tim Penyusun Kamus Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud RI.

Tim Penyusun. 2002. Kamus Istilah Agama Hindu. Denpasar.

Vroom, Hendrik M. 1989. Religions and the Truth (Philosophical Reflections and Perspectives). Amsterdam: Wm. B. Eerdmans Publishing Co. and Editions Rodopi.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Google Scholar Logo IPI