Religiusitas Pementasan Tari Baris Kupu-kupu pada Upacara Pujawali di Pura Dalem Dasar Banjar Sema Desa Pakraman Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng

Dewa Ketut Wisnawa

Sari


Bali is an island rich in cultural and religious art. One of the most famous religious artworks in Bali is the Butterfly Row Dance. Butterfly Row Dance is a sacred dance that is only found in Buleleng Bungkulan village. This study aims to find out in detail how the staging structure, means of staging, history, values and tingkan religiosity of society in the village of Bungkulan. Based on the results of the research, it is known that the Butterfly Dance has several religious aspects such as the purification aspect, the aspect of expression of gratitude, the cultural aspect, the aesthetic aspect of the religious, the sociological aspect, the aspect of pleading fertility. In addition, Butterfly Rice Dance contains the implications of high religious values such as Tri Hita Karana Implication, bhakti attitude implications, sociocultural implications, aesthetic implications, sacred implications, leadership implications, tatwa implications, ethical implications, psychological implications, and the implications of religiosity.


Kata Kunci


Tari Baris Kupu-kupu; Hindu Ritual; Religiousity; Tri Hita Karana

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiputra. I Nyoman Arjana. 2015. Pementasan Tari Baris Mamedi dalam Upacara Ngaben di Kecamatan Penebel Kabupaten Buleleng. Tesis: IHDN Denpasar.

Ali H, Muhammad. 1992. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Bayu.

Ardana. 2000. Pura Kahyangan Tiga. Pemprop Bali.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi 5. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Arikunto Suharsini, 2006. Prosedur Penelitian Sutau Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aryasa, I Wayan Madra. 1996. Seni Sakral. Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha.

Atmaja, I Gusti Ngurah Made Arya Putra. 2008. Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Pementasan Tari Ngigel Desa Pada Upacara Ngusaba Desa Sarin Tahun di Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada Buleleng.

Azwar, Saifuddin. 1999. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bandem, I Made. 1996. Tari Bali. Yogyakarta: Kanisius.

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Sosial, Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press

Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Agama Hindu Sekolah Menengang. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Depdikbud. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Dibia, I Wayan. 1999. Seni Diantara Tradisi dan Moderenisasi. Denpasar: Institut Seni Indonesia.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta:Rineka Cipta.

Djelantik, A.A.M. 1992. Pengantar Dasar Ilmu Estetika Jilid II Falsafah Keindahan dan Kesenian. Denpasar: STSI Denpasar

Gay, Liang.2001.Garis Besar Estetik (Filsafat Keindahan). Yogyakarta: Karya.

Geriya, I Wayan, 2008. Transformasi Kebudayaan Bali: Memasuki Abad XXI. Surabaya: Paramita.

Golu, W. 2002. Metodelogi Penelitian. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Granoka, Ida wayan, 1997. Memori Bajra sandhi ā€“ Perburuan Ke Prana Jiwa, Denpasar: Sanggar Bajra sandhi.

Iqbal, Hasan. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Jaman, I Gede, 2006. Tri Hita Karana: Dalam Konsep Hindu, Denpasar: PustakaBali Post

Juliari Putu Ayu Dewa, 2007. Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Insan, Cendikia, Surabaya.

Kadjeng. I Nyoman. 2003. Sarasamuscaya. Surabaya: Paramita.

Koentjaraningrat.1980. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta:Dian Rakyat.

Koentjaraningrat. 1982. Antropologi I. Jakarta: Djambatan

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta. Universitas Indonesia Pers.

Koentjaraningrat. 1997. Pengantar Antropologi Pokok-Pokok Etnografi II. Jakarta Rineka Cipta.

Licin, I Nyoman. 1996. Tinjauan Pertunjukan Tari Baris Kupu-kupu dalam Pelaksanaan Upacara Dewa Yajna di Desa Lumbanan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Margono. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Mikkelsen, Britha, 1999. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Moleong, Lexy. J. 1993. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy. J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi I. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi II. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasikum.2003. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.

Nasution, S. 1996. Berbagai Proses dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

Nasution, S. 2003. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Nawawi, Hadari. 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jakarta: Gadjah Mada University Press.

Ngurah, dkk. 1999. Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Surabaya: Paramita.

Nurjanah, Nunuy at. Al. 2000. Pelaporan Penelitian Kualitataif (Kumpulan Makalah). Bandung: Program Pengembangan Bahasa S-3. Universitas Pendidika Indonesia.

Pals, Daniel. L. 2002. Dekonstruksi Kebenaran. Yogyakarta: IRCisoR.

Parmajaya, I Putu Gede. 2007. Seni Sakral. Denpasar: Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Poerwadarminto. 1993. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pudja, Gede. 2005. Bhagavadgita. surabaya: Paramita.

Pudja, G & Tjokorda Rai Sidharta. 2002. Manawa Dharmacastra (Manu DharmaSastra). Jakarta: CV. Pelita Nursamtama Lestari.

Redana, Made, 2006. Panduan Praktis Penulisan Karya Ilmiah dan Proposal Riset IHDN Denpasar.

Riduwan, 2004. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabet.

Salim, Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (dari Denzin Guba dan Penerapannya) Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.

Sudikan, Setya Yuwana, 2001. Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Uresa Unipress bekerja sama dengan Citra Wacana.

Soebandi, I Ketut. 1983. Sejarah Pembangunan Pura-pura di Bali. Denpasar: Kayu Mas Agung.

Soebandi, I Ketut. 1986. Babad Gusti Ngurah Tambahan. Bungkulan

Soemargono, Soejono. 2004. Louis O. Kattsoff. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suardika, I Komang. 2011. Pementasan Tari Kakelik Pada Upacara Piodalan Di Pura Gede Pemayun Desa Pakraman Banyuning Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)ā€. Tesis IHDN Denpasar

Sudharta, Tjok Rai. 2001. Upadesa Tentang Ajaran-ajaran Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Sudirga dkk.2007. Widya dharma Agama Hindu. Ganeca Exact.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatakan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. bandung: Alfabeta.

Subagiasta, I Ketut. 1996. Acara Agama Hindu (Modul). Jakarta: Departemen Agama dan Universitas Terbuka.

Sukerta, Made. 2008. Kajian Pendidikan Keberagamaan dalam Upacara Ngrebeg di Pura Dalem Desa Pakraman Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Susanto,P. Hari. 1987. Mitos Menurut Pemikiran Mircea Elliade. Jakarta: Kanisius.

Suprayoga dan Tobroni. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suparsa, Kadek. 2008. Pementasan Tari Barong Brutuk pada Saat Purnama Kapat Lanang di Pura Puseh Baleagung Desa Pakraman Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Sura, dkk. 1999. Agama Hindu Sebuah Pengantar. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Tim Penyusun, 1998. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I - XV. Pemerintah Provinsi Bali.

Tim Penyusun , 2002. Kamus Istilah Agama Hindu. Pemerintah Provinsi Bali.

Tim Penyusun , 2000. Tari Wali. Denpasar: Dinas Kebudayaan Propinsi Bali.

Tim Penyusun,1992. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Redaksi Bali Post, 2006. Mengenal Pura Sad Kahyangan & Kahayangan Jagat. Denpasar: Pustaka Bali Post

Titib. I Made. 2003. Teologi dan Simbol-simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Triguna, Ida Bagus Nyoman Yudha (ed). 1997. Sosiologi Hindu. Dirjen Bimas Hindu dan Budha.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Wiana, I Ketut, 1995. Yajna dan Bhakti: Dari Sudut Pandang Hindu. Denpasar: Pustaka Manikgeni.

Wiana, I Ketut. 1997. Cara Belajar Agama Hindu Yang Baik. Denpasar: Yayasan Dharma Naradha.

Wiana, I Ketut. 2000. Makna Upacara Yajna Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramitha.

Wijayananda, 2004. Makna filosofis dan Upakara. Surabaya: Paramitha

Yudhabakti, I Made & Watra, I Wayan. 2007. Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali. Surabaya: Paramita

Yuliani, Ni Made. 2011. Upacara Ngunya Barong Pada Sasih Kanem di Desa Pakraman Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung (Kajian Sosio - Religius). Tesis IHDN Denpasar.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##