Strategi Komunikasi Penguatan Peran Adat dalam Menjaga Lingkungan berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana di Desa Batuan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Bali

I Dewa Ayu Hendrawathy Putri

Sari


Moral and religious values and ethics often provide valuable clues to the protection and preservation of the environment. The communication strategy undertaken by indigenous leaders as a design made to change human behavior on a larger scale through the transfer of new ideas in maintaining the environment based on the philosophy of Tri Hita Karana. Environmental problems are not solved only by scientific technology and methods but also need to be assisted by other forces of religion, beliefs, and ethics of the influence of human attitudes towards nature. Humans as individual and social beings take everything from their environment in an effort to meet their needs. Humans as God's most perfect creatures sometimes feel the most right to master and exploit nature beyond the limits of his needs. This led to a global crisis. This research uses descriptive qualitative method, which is a contextual research that makes man as an instrument and adapted to a reasonable situation in relation to data collection which in general is qualitative. Indigenous peoples of Bali live very dependent on the environment, they live, take care and utilize the environment since the first, even the traditional rituals performed as an expression and form of Praise and Prayer to the Creator is called the Tumpek Bubuh Ceremony. Moral and religious values and ethics often provide valuable clues to the protection and preservation of the environment.


Kata Kunci


Strategy; communication; role; custom; Tri hita karana

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aulia, T.O.S; A.H., Dharmawan. 2010. Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumberdaya Air di Kampung Kuta. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. 4 (3): 345-355.

Bappeda, https://bappeda.gianyarkab.go.id/index.php/baca-artikel/3/Gambaran-Umum-Kabupaten-Gianyar.html/akses 10 Pebruari 2018

Budiwiyanto. 2005. Tinjauan Tentang Perkembangan Pengaruh Local Genius dalam Seni Bangunan Sakral (Keagamaan) di Indonesia.

Ornamen. 2(1): 25-35. Dian, Aditya, Yordan, Widiya, Setya. 2011. Lingkungan Hidup. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Dimyati. 2010. Manusia dan Kebudayaan. (Online), (dimyati.staff.gunadarma.ac.id/.../bab2-manusia dan kebudayaan),

diunduh pada 1 Agustus 2015. Direktorat Pengkajian Bidang Sosial dan

Budaya. 2013. Pengelolaan Sumber Daya Air Guna Mendukung Pembangunan Nasional dalam Rangka Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhanas RI. Edisi 15: 50-61.

Fajarini, U. 2014. Peranan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter. Sosio Didaktika 1(2): 123130.

Farkhani. 2007. Islam dan Konservasi Sumber Daya Air. Profetika Jurnal Studi Islam. 9(2): 177-191.

Gadis, M. 2010. Nilai-Nilai Lokal Masyarakat Nagari Paninggahan dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan. (Online), (http://repository. unand.ac.id/articles), diunduh pada 20 Juli 2015.

Hendrawati, L.Z. 2011. Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Maritim untuk Upaya Mitigasi Bencana di Sumatera Barat. Padang: Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas.

Iskandar, J. 2014. Manusia dan Lingkungan dengan Berbagai Perubahannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

John,V.W. 2013. Water Conservation and Management in the Upper Catchment of Lake Bogoria Basin. European International Journal of Science and Technology. 2(4): 76-84.

Indrawardana, I. 2012. Kearifan Lokal Adat Masyarakat Sunda dalam Hubungan dengan Lingkungan Alam. Komunitas. 4(1): 1-8.

Khalid, F.M. 2010. Al-Qur’an Ciptaan dan Konservasi. Jakarta: Conservation International Indonesia.

Siombo, M.R. 2011. Kearifan Lokal dalam Perspektif Hukum Lingkungan. Jurnal Hukum. 18(3):428443.

Maridi, 2015, Mengangkat Budaya dan Kearifan Lokal dalam Sistem Konservasi Tanah dan Air. Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS

Maridi. 2012. Penanggulangan Sedimentasi Waduk Wonogiri Melalui Konservasi Sub DAS Keduang dengan Pendekatan Vegetatif Berbasis Masyarakat. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Misbahkhunur. 2010. Modul 8: Tanggungjawab terhadap Alam dan Lingkungan. (Online), (endraya .lecture.ub.ac.id), diunduh pada 29 Juli 2015.

Monografi Desa Batuan, 2013: 4

Muharam. 2011. Pengembangan Model Konservasi Lahan dan Sumberdaya Air dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan. Majalah Ilmiah Solusi Unsika. 10(20): 1-13. Negara, P.D. 2011. Rekonstruksi Kebijakan Pengelolaan Kawasan Konservasi Berbasis Kearifan Lokal sebagai Kontribusi Menuju Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Indonesia. Jurnal Konstitusi. IV(2): 91-138.

Nurroh, S. 2014. Studi Kasus: Kearifan Lokal (Local Wisdom) Masyarakat Suku Sunda dalam Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan.Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Noor, M., A., Jumberi. 2010. Kearifan Budaya Lokal dalam Perspektif Pengembangan Pertani-an di Lahan Rawa. (Online), (balittra.litbang.pertanian.go.id/lokal/Kearipan-1%20M...), diunduh pada 31 Agustus 2015.

Romualdus, G. 2013. Perspektif Agama Katolik Terhadap Pelestarian Alam dan Perlindungan Hutan.

Sancayaningsih, R.P., Alanindra, S., Fatimatuzzahra. 2014. Tree Vegetation Analysis Around Springs that Potentially to Springs Conservation. ICGRC 2014 Proceedings.

S. Amanah., 2010, Peran Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Jurnal Komunikasi Pembangunan. Vol. 08, No. 1. ISSN 1693-3699


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##