IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 69/PUU-XIII/2015 PADA PEMBUATAN PERJANJIAN PERKAWINAN

Nyoman Mas Aryani

Sari


Law Number 1 Year 1974  on Marriage, embraces the principle of  separate property where except husband and wife determine otherwise by making a marriage agreement before or at the time of marriage is held. In the middle of 2015, Ike Farida, a lawyer who performs a mixed marriage, filed a petition for judicial review to the Constitutional Court because he felt his  constitutional  rights were injured  by the  enactment  of  Law Number  5  of  1960  on Basic Agrarian Law, namely Article 21 paragraph (1), (3), Article 36 paragraph (1); and Article 29 paragraph (1), (3), (4) and Article 35 paragraph (1) of the Marriage Law. The Constitutional Court through Decision Number 69 / PUU-XIII / 2015, in particular on the verdict stating: “At the time or before the marriage takes place or during the marriage bond, the two parties to mutual consent may  submit a written agreement  authorized by the marriage registry officer, after which the contents also apply to the third party caught “. This poses a problem where it will be difficult to know the existence of a third party related to the making of a marriage agreement. The conclusion is that the Constitutional Court Decision does not regulate the legal consequences of marriage agreement after marriage to the status of property but implicitly regulate the legal effect on a third party

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asshiddiqie Jimly, 2009, “Pengantar Ilmu

Hukum Tata Negara”, Bhuana Ilmu

Populer, Jakarta.

_______________,2009, Jimly Asshiddiqie, ,

Pokok-Pokok Hukum Tata Negara

Indonesia Pasca Reformasi”,Bhuana

Ilmu Populer, Jakarta.

_______________, 2010, Perkembangan

&Konsolidasi Lembaga Negara Pasca

Reformasi, Sinar Grafika, Jakarta

Abdul Rasyid Thalib, 2006, Wewenang

Mahkamah Konstitusi dan Implikasinya

dalam Sistem Ketatanegaraan

Republik Indonesia, Citra Aditya Bakti,

Bandung

Anshary,2016, Harta Bersama Perkawinan Dan

Permasalahannya, Bandung: Mandar

Maju.

Bachtiar, 2015, Problematika Implementasi

Putusan Mahkamah Konstitusi Pada

Pengujian UU Terhadap UUD, Raih

Asa Sukses, Jakarta.

Isnaeni, 2016, Hukum Perkawinan Indonesia,

Bandung: Refika Aditama.

Prawirohamidjojo, Soetojo, 1990, Hukum

Orang dan Keluarga, Airlangga

University Press, Surabaya.

Susanto,Happy, 2008, Pembagian Harta Gono

Gini Saat Terjadi Perceraian, Visimedia,

Jakarta

Soebechi, Imam, 2015, Hak Uji Materiil, Sinar

Grafika, Jakarta.

Sembiring, Rosnidar, 2016, Hukum Keluarga

(Harta-Harta Benda Dalam

Perkawinan), Jakarta: RajaGrafindo

Persada

Undang­Undang Dasar Negara Kesatuan

Republik Indonesia 1945

Undang­Undang Republik Indonesia Nomor 1

Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 1974 Nomor 3019.

Undang­Undang Republik Indonesia Nomor 24

Tahun 2003 Tentang Mahkamah

Konstitusi Sebagaimana Telah Diubah

Dengan Undang­Undang Nomor 8 Tahun

Tentang Perubahan Atas UndangUndang

Nomor 24 Tahun 2003 Tentang

Mahkamah Konstitusi, Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor

, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4316.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/ PUUXIII/2015

(Putusan dalam perkara

Permohonan Pengujian Undang­Undang

Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan

Dasar Pokok­pokok Agraria dan

Undang­Undang Nomor 1 Tahun 1974

Tentang Perkawinan terhadap UndangUndang

Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.