OUTBOUND DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BALI PADA KELOMPOK BELAJAR ANAK-ANAK PENYULUH BAHASA BALI

Putu Pertama Yasa, I Wayan Mandra, I Nyoman Subagia

Sari


Balinese language learning is generally carried out in three fields, namely formally, informally and non-formally. It is formally carried out at the school level starting from SD to SMA / SMK level, informally carried out in the family environment so that it is often referred to as the Mother Language, at this stage is the initial stage before the children learn formally in school. In the non-formal field, this can be done through courses which are usually carried out by certain institutions or organizations. Balinese language instructors who contribute to Balinese language learning non-formally develop methods or learning models with the concept of learning while playing, and bring learning to the surrounding environment or often called Outbound. As for the focus of this research are (1) the background of the emergence of the Balinese Language Outbound program (2) the form of the implementation of the Balinese Language Outbound (3) the implications of the implementation of the Balinese Language Outbound in the Learning group of SD Class V Balinese Language Instructors at Kalianget Village, Kec. . Seririt, Kab. Buleleng. The theories used to support this research are Behavioristic Learning Theory, Cognitive Learning Theory, Constructivism Theory.


Kata Kunci


Outbound; Balinese Language Learning; Balinese Language Instructor

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adelia Vera. 2012. Metode Mengajar Anak di Luar Kelas (Outdoor study). Yogyakarta: DIVA Press

Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning, Teori & Aplikasi PAIKEM. Surabaya: Pustaka Pelajar

Agustinus Susanta, Outbond profesional : pengertian, prinsip perancangan, dan panduan pelaksanaan / Agustinus Susanta: Yogyakarta :

Andrianus dan Yuniarti.2007. Divinisi dan Manfaat Outbound

Anggraeni, N. P. (2019). DOLANAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, , 3(1), 1-6.

Asti, Baidatul Muchlisin.2009.Fun Outbound. :Merancang Kegiatan Outbound. yang Efektif.Yogyakarta:Diva Press

Atmaja. 2016, Perkembangan Teknologi Pembelajoran Memulis Aksara Carakan dengan Font Bali Simhar Pada Program Studi Sastra Bali Fakultas Sastra Universitas Udayana. Tesis : Program Pascasarjana IIDN Denpasar.

Azwar. 2005. Sikap Mamusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Bintari, N. K. (2015). Aplikasi Pembelajaran Bahasa Bali Alus Dengan Phonegap (melajah Basa Bali). eProceedings of Applied Science, 1(3).

Bungin, Burhan, 2001. Metodologi Penelition Kualitatir Dan Kuantitatif. Yogyakarta. Gajah Mada Press.

Dalyono. Muhammad 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dewi, N. K. (2016). ). Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Mata Pelajaran Bahasa Bali Untuk Siswa Kelas III. Jurnal Edutech Undiksha, 4(2).

Dhanawaty, N. M. (2017). Perlunya Pembelajaran Bahasa Bali Yang Rekreatif Di Sekolah Dasar Multikultural Dan Multilingual. Madah, 4(2), 120-130.

diakses pada tgl 16 April 2020 pkl 20:05

Dina Indriana. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Jogjakarta: DIVA Press

Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Duija, Nengah I. 2006. Agama Hindu Sebagai Bentuk Pemertahanan, Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat Bali. Makalah yang disampaikan dalam Kongres Bahasa Bali VI di Denpasar.

Dwija, I Wayan. 2003 Metodologi Penelitian Pendidikan. Amlapura : STKIP Agama Hindu

Eka Putra. 2015. Penggunaan Macromedia Flash dalam Memulis Aksara Bali Pada Siswa Kelas VIII SMl Dwijendra Denpasar. Tesis : Program Pascasarjana IHDN Denpasar

Embo, E. (2017). Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Makassar . . Makassar: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri .

Emzir, prof Dr.2007 Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Fajaraditya, I. N. ((2013)). Perancangan Media Interaktif Pembelajaran Bahasa Bali Untuk Anak Anak Dengan Load Movie Berbasis Animasi Flash. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika: JANAPATI, 2(1), 51-63.

Falah, N. (2014). Efektivitas Out Bound Sebagai Metode Pembelajaran. HISBAH, 2.

Harjanto, 2005. Perencanaan Pengajaran. Jakarata: Rineka Cipta

Ibrahim, Muhsin dkk. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.

Iqbal, Hasan, 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya Jakarta: Galia Indonesia.

Jatiyasa, I. W. ( 2019, August). Pembelajaran Bahasa Bali Di Era Revolusi Industri 4.0 (Peluang Dan Tantangannya). In Prosiding Seminar Nasional Dharma Acarya (Vol. 1, No. 1).

Jendra, 1993. Bahasa Dalam Ketata Bahasaan. Jakarta: PT. Grafindo Persada

Koentjaraningrat. 1991. Metode metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.

Koentjaraningrat. 2010. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Gramedia.

Martinis Yamin dan Maisah, 2009: Manajemen pembelajaran kelas : strategi meningkatkan mutu pembelajaran. Jakarta. GP

Moeslichatoen, R. (1999). Metode pengajaran di taman kanak-kanak. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Muhammad, As’adi.2009.The Power of Outbound. Training.Yogyakarta:Power Books(Ihdiana)

Mulyasa. 2010. Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Bandung Rosda. Cetakan kesembilan.

Mulyono, dan Badiatul Muchlisin Asti.2010. Smart Games for Outbound. Training.Yogyakarta:Diva Press

Peni Susapti. (2010). Pembelajaran Berbasis Alam(Penelitian). Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Negeri (STAIN).

Pradipta, I. B. (2015). Pengembangan Aplikasi Game Basa Bali Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Bali Berbasis Android. KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika), 4(5), , 571-582.

Purniawati, S. A. (2018). PENYULUH BAHASA BALI: A LANGUAGE POLICY OF BALI PROVINCIAL GOVERNMENT ON BALINESE MOTHER TONGUE (A CASE STUDY). In The 4th National Conference on Language and Language Teaching (NCOLLT) 2018 is annual conference organized by English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya., 221.

Rahmawati, E. (2015). Implementasi pendidikan Non formal di Desa Sikayu Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen.

Ristang Sutawijaya. 2008. Super Kreatif Games For Outbound Training.

Rochati, Sri.2011.Program Kegiatan Outbound. Bina Empati sebagai Alternatif Stimulasi Kecerdasan Interpersonal Anak Kelompok Bermain.Tesis.(Tidak diterbitkan).Surakarta:Universitas Muhammadiyah Surakarta

Rocmah, L. I. (2012). Model pembelajaran Outbound untuk anak usia dini. PEDAGOGIA, 182.

Sanjaya, P. ((2020)). FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PELAKSANAAN PASANTIAN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN HINDU NONFORMAL. Haridracarya: Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 1(1), 33-36.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sriwi, R. (2010 ). Pengaruh Metode Outbond Dan Minat Belajar Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa (Eksperimen Pada Siswa Kelas Viii Mtsn Kebumen 2 Dan Mtsn Triwarno Kutowinangun Kebumen). Surakarta: Tesis Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Suardiana, I. W. (2019). Bahasa Bali dan Pemertahanan Kearifan Lokal. Linguistika :Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, 3-4.

Suastra, I. M. (2009). Bahasa Bali Sebagai Simbol Identitas Manusia Bali. Linguistika :Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono.2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, Syaodih. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosadakarya

Sumardianto.2010.”pengaruh Outbound. terhadap kecemasan (anxiety)”(online), (http://ainicahayamata.wordpress.com/2010/03/06/jurnal-%E2%80%9CpengaruhOutbound.-terhadap-kecemasan-anxiety%E2%80%9D/diunduh tanggal 6 Desember 2019 pukul 07:36 Wita)

Suryabrata, Smadi. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Perkasa Rajawali.

Suryadi. (2009). Manajemen Mutu Berbasis Sekolah: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Sarana Panca Karya

Suryosubroto. (1990). Tatalaksana Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta

Susanta, Agustinus. 2010. Outbond Profesional Pengertian, Prisip Perancangan dan Panduan Pelaksanaan. Yogyakarta: CV Andi Offset (Rahmawati, 2015)

Susilana, Rudi dan Riyana, Cepi. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima

Tedjasaputra, Mayke S. (2001). Bermain mainan dan permainan untuk pendidikan Usia dini. Jakarta: Grasindo. Yogyakarta: Cermelang Pulising.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.