Wisata Minat Khusus sebagai Alternatif Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Bangli

I Wayan Wiwin

Sari


The special interest tourism has become the current tourism trend where special interest tourism is done to avoid mass tourism in other words special interest tourism is one of an alternative tourism. Special interest tourism that became a new phenomenon in the world of tourism became one of the demands for the providers of tourist services. The motivation of tourists in finding something new and having a quality tourist experience leads to increased demand for special interest tourists. Bangli regency is one of the areas in Bali that has a diverse range of potential tourist attractions of special interest, such as: Bali Woso Camp Agro and Culture, The Ayodya Oemah Strawberry, Anjungan Tukad Melangit (ATM) Antugan, N’jung Bali Camp Songan, Tukad Cepung Waterfall, and Twin Hill Bunutin.


Kata Kunci


Special interest tourism, alternative tourism.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 2016. Informasi Kepariwisataan Kabupaten Bangli 2016. Bangli : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli.

----------, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

----------, 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jilid III). Jakarta: Balai Pustaka.

Anindita. 2010. Potensi Pengembangan Wisata Minat Khusus. Jakarta: Grasindo.

Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Craib, Ian. 1986. Teori-Teori Sosial Modern dari Parsons sampai Habermas. Jakarta: CV Rajawali.

Faisal, Sanafiah. 2001. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada.

Geriya, Wayan. 1996. Pariwisata dan Dinamika Kebudayaan Lokal, Nasional, Global. Denpasar: Upada Sastra.

Ismayanti. 2009. Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo.

Kusmayadi, E. S., 2000. Metodelogi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Marpaung, H. 2002. Pengetahuan Kepariwisataan Edisi Revisi. Bandung : Alfa Beta.

Marzuki. 1977. Metodelogi Riset. Yogyakarta: BPFE-UII.

Paturusi, Samsul A, 2001, Perencanaan Tata Ruang Kawasan Pariwisata, Materi Kuliah Perencanaan Kawasan Pariwisata, Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar, Bali.

Pendit, Nyoman S. (2002). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Pitana, I Gde. 1999. Pelangi Pariwisata Bali. Denpasar: Bali Post.

----------------. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: ANDI.

Smith, August W. 2001. The Quality Audit Handbook. Wisconsin: ASQC.

Sumadi, K. 2000. Kepariwisataan Indonesia Sebuah Pengantar. Denpasar: Sari Kahyangan.

Suwantoro, G. 2002. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: ANDI.

Syamsu, Yoharman. 2001. “Penerapan Etika Perencanaan pada kawasan wisata, studi kasus di kawasan Agrowisata Salak Pondoh, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti, Jurnal Ilmiah, Vol 5. No. 3 Maret 2001.

Wardiyanta, 2006. Metode Penelitian Pariwisata. Yogyakarta: ANDI.

Yoeti, Oka A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa

-----------------. 2008. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Internet :

https://dawala.wordpress.com/2011/07/01/menginap-di-baliwoso-camp-menyatu-dengan-alam-dan-budaya/

https://www.melalay.com/2016/10/09/ini-dia-tempat-baru-yang-lagi-hits-di-bangli/


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pariwisata Budaya terindex oleh

Pariwisata Budaya International Journal of Tourism Science, Culture Science and Religious Studies site and its metadata are licensed under CC BY-SA

View My Stats