KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI

Gek Diah Desi Sentana

Sari


Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan  untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol  tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Baried, Siti Baroroh., dkk. 1994. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: BPPF UGM

Kutha Ratna, Nyoman. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.

Midastra, I Wayan., dkk. 2007. Widya Dharma Agama Hindu. Jakarta: Ganeca Exact.

Sutrisno, Mudji., dan Hendar Putranto. 2005. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/klgw.v9i1.980

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kalangwan Terindeks Oleh :


 

 

 
Jurnal Kalangwan berada di bawah lisensi CC BY-SA
 
 
View My Stats