Penerapan Athiti Krama Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Hindu Pada Pasraman Dharma Bhakti Gianyar

I Gusti Ayu Oka Silantari, I Ketut Mardika

Sari


In human nature, apart from being individual beings as well as social beings who have their own culture. Culture arises in humans due to reason and thought in the human being itself. Humans will be able to live perfectly when they live together with other humans, in relation to other humans, certain norms or rules are needed. In the regulation, one of them was written about the procedure for honoring guests called Athiti Krama. Athiti Krama gives motivation in human life because through this human being can foster good relations between humans one with other human beings in harmony. The implementation of Athiti Krama can be found in societies everywhere in the world, both in the advanced society and the people who are still modest in their civilization.
In social life, everyone should behave well so as to create happiness for themselves and the community, because in the teachings of Hinduism, Athiti Krama teachings are basically contained which can bring people to achieve harmony in social order in society. The basis of Athiti Krama's teachings is the ethics or morality that many of the Vedic scriptures have mentioned, one of which is Tri Kaya Parisudha. Considering the importance of Athiti Krama as a social guide in people's lives. So it should be known to be applied in the learning process in Pasraman Dharma Bhakti.


Kata Kunci


Athiti Krama, Peningkatan Mutu, Pendidikan Agama Hindu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurahman, M. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Al-Barry, Y. dan Dahlan. (2001). Kamus Sosiologi Antropologi. Departemen Kehakiman RI Direktorat: Yogyakarta.

Dahar. R.W. (1989). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Dharmayuda, I M. S. (2001). Desa Adat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Propinsi Bali, Denpasar: Upada Sastra.

Hasan, I. (2002). Metode Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Janamijaya, I G, Wiratmaja, I N. & Saucana, I. W. G. (Edt). 2003. Eksistensi Desa Pakramaan Di Bali. Denpasar: Yayasan Tri Hita Karana Bali.

Koentjaraningrat. (1977). Methode-Methode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Lukman, A. (1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka.

Mantra, I.B. (1983). Tata Susila Hindu Dharma.Denpasar: Parisada Hindu Dharma Pusat.

Maswinara, I W. (1997). Bhagawadgita: Dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Surabaya: Paramita.

Moleong, L. (2003). Metodelogi Penelitian

Moleong, L. (2004). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Musna, I W. (1991). Kamus Agama Hindu, Denpasar: Upada Sastra.

Meli, I K. (2007). Ajaran Athiti Krama Ditinjaju Dari Pendidikan Agama Hindu. Denpasar: UNHI.

Poerwadarminta, WJS. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Pudja, G. (1976). Sarasamuscaya. Denpasar: Proyek Pengadaan Kitab Suci Hindu, Departemen Agama RI.

Punyatmadja, I.B. (1992). Panca Sradha. Denpasar: Upada Sastra.

Suarjana, I N. (2007). Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Santi Niketan Kota Jayapura. Denpasar: IHDN.

Subagiasta, I K. (2007). Etika Pendidikan Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Subagyo, P. J. (2004). Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Sudirga, I.B, dkk. (2002). Agama Hindu untuk SMU. Jakarta: Ganeca.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta .

Suhardana, K. M. (2006). Pengantar Etika & Moralitas Hindu. Surabaya: Paramita.

Sura. G. (1985). Pengendalian Diri dan Etika Dalam Ajaran Agama Hindu. Denpasar: Dinas P dan K Pro.Dati I Bali.

Suryabrata, S. (2004). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tim Penyusun. (1991). Kamus Besara Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Titib, I M. (2003). Menumbuhkembangkan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak (Persfektif Agama Hindu), Bandung: Ganeca Exat.

Wiana, I K. (2004). Mengapa Bali Disebut Bali, Denpasar: Paramita.

Wiratmadja, A. (1977). Agama Hindu Sejarah Sradha. Magelang.

Zamroni. (1992). Pengantar Pengembangan Teori Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: http://dx.doi.org/10.25078/jpm.v4i2.570

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



Jurnal Penjaminan Mutu Terindeks Oleh :

 

 

 

 Jurnal Penjaminan Mutu berada dibawah lisensi CC BY-SA

shopify analyticsView My Stats