KONSEP ALAM KEHIDUPAN SETELAH MATI DALAM TEKS ATMA PRASANGSA (Studi Kasus Di Desa Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung)

I Putu Sumartana, I Wayan Redi, I Gusti Made Widya Sena

Abstract


In general, Hindus believe that the realm of life after death is true. But the phenomenon that occurs is almost most of them ignore it, which they understand is the concept of karmaphala only. Therefore, the author will review in depth about the nature of life after death in the Teks Atma Prasangsa.

The presentation of research results is a discussion of the formulation of the above problems. The first is discussed about the structure of Teks Atma Prasangsa, starting from the synopsis, plot, characterization, and background or place of an event in the story. After that, the second discussion about the nature of life after death. What is meant by the after-life world of the Teks Atma Prasangsa is the journey of the spirit to Swargaloka. In addition it is explained also about death, death by law, death by suicide, death by accident, entering the astral realm and the higher realms. Then in the third discussion that is the public perception of Munggu to the realm of life after death in Teks Atma Prasangsa. Generally the community believes in the existence of the realm of life after death but from different angles. There are based on Lontar, there is also based on Balian (Shaman) with the term Metuun.


Full Text:

PDF

References


Adnyani, N. K. S., & Sudarsana, I. K. (2017). Tradisi Makincang-Kincung Pada Pura Batur Sari Dusun Munduk Tumpeng Di Desa Berangbang Kecamatan Negara Negara Kabupaten Jembrana (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 1(2), 225-231.

Dewi, N. P. S. R., & Sudarsana, I. K. (2017). Eksistensi Pura Teledu Nginyah Pada Era Posmodern Di Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 1(2), 412-417.

Darmayasa. 2014. Bhagawad-gitta (Nyanyian Tuhan). Denpasar: Yayasan Dharma Sthapanam.

Dheo, Domi K. 2015. Desain Jiwa. Elex Media Komputindo.

Donder, I Ketut, 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya: Pāramita.

Effendi, Muhadjir. 1983. Kamus Besar Bahasa Indinesia. Departemen Pendidikan Nasional: Balai Pustaka

Ginarsa, Ketut. 2002. Atma Prasangsa. Denpasar: CV. Kayumas Agung.

Kajeng, I Nyoman. 1997. Sarascamuccaya. Surabaya: Paramitha.

Kamajaya, Gede. 2001. Alam Kehidupan Sesudah Mati. Surabaya: Paramita.

Luxemburg, Jan Van, dkk. 1992. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: PT Gramedia.

Maulana, dkk, Achmad. 2003. Kamus Ilmiah Populer. Yogyakarta : Absolut.

Moeleong, Lexy J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja.

Mulyana, Dedy. 2000. Ilmu Komunikasi, Pengantar. Bandung : Ramaja Rosdakarya.

Netra, I.B. 1974. Metode Penelitian. Singaraja : Biro Penelitian dan Penerbitan Unud.

Panya, I Wayan, 2007. “Makna Ajaran Kalepasan Ditinjau Dari Lontar Tutur Angkus Prana”. Denpasar: Skripsi Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Poniman. 2010. Konsep Wiku Sejati Dalam Teks Tattwa Dhangdang Bang Bunghalan (Perspektif Teologi) Tesis Program Pasca Sarjana. IHDN Denpasar.

Prabhupada, Sri Swami. 2001. Di Luar Kelahiran Dan Kematian. Hanuman Sakti, Anggota IKAPI : Perpustakaan Nasional RI.

Pudja, Gede.1999. Theologi Hindu (Brahma Widya).Surabaya:Paramitha.

Ra, Anandas. 2007. Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman Menuju Kebahagiaan Dan Moksa. Surabaya: Paramiha

Rupa, I Ketut. 2010. “Geguritan Sucita Analisis Nilai Dan Aspek Sosial Pendidikan Agama Hindu”. Denpasar: Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar.

Sivananda, Sri Swami. 2005. Apa Yang Terjadi Pada Jiwa Setelah Kematian. Surabaya : Paramita.

Sugiono.2007.Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabet.

Sudarsana, I. K. (2017). Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Hindu Melalui Efektivitas Pola Interaksi Dalam Pembelajaran Di Sekolah. Prosiding Semaya 2, 134-142.

Sudarsana, I. K. (2017). Menumbuhkan Minat Belajar Bahasa Bali Pada Kalangan Remaja. Prosiding Sembada 2017.

Sudarsana, I. K. (2017, October). PERANAN ORANG TUA DALAM PENANAMAN BUDI PEKERTI PADA ANAK. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL ANAK USIA DINI (SEMADI) 2 (pp. 157-160).

Sukada, I Made. 1983. Unsur Insiden dan Perawakan dalam Fiksi. Denpasar: Majalah Widya Pustaka, Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Sukadana, Adi. 1982. Antropo-eklogi. Surabaya: Airlangga

Teew, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta : PT. Gramedia.

Tim Penyusun. 2015. Buku Pedoman Skripsi. Denpasar: Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar

Titib, I Made. 2003. Teologi dan simbol-simbol dalam agama Hindu. Surabaya : Paramitha.

Wiguna, I. M. A. (2017, October). Memaknai Mahavakya Sebagai Bentuk Universalitas Veda Dalam Upaya Membangun Semangat Kebhinekaan. In Prosiding Seminar Pendidikan Agama (pp. 93-102).

Wiguna, I. M. A. (2018). KEUTAMAAN SIVA PURAANA (Senjata Ampuh Penghancur Dosa).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penelitian Agama Hindu Indexed By :

 

 

Jurnal Penelitian Agama Hindu site and its metadata are licensed under CC BY-SA

web
counter