EKSISTENSI PURA AGUNG BATAN BINGIN DESA PAKRAMAN PEJENG KAWAN KECAMATAN TAMPAKSIRING KABPATEN GIANYAR (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna)

Dewa Ngakan Putu Purnayasa

Abstract


Pura Agung Batan Bingin is one of the holy places that have its own distinction compared with the temples in the village of Pejeng Kawan, District Tampaksiring, Gianyar regency. A temple with the following characteristics when someone wants to take the citrus fruit in the temple area then the orange tree will continue to rise and will not be able to touch the fruit, while the coconut that fell in the back area of the temple if there is someone who took without the pice nunas then the person must Will continue to spin behind the temple and people who take the fall of coconut fruit will get lost in the journey home, for someone who wants to take something in the temple area should be pure nunas first in Pura Agung Batan Bingin. This study aims to get a description of the shape , Function and meaning of Pura Agung Batan Bingin Tampaksiring District of Gianyar Regency. Related to this matter, the problems discussed in this research are 1) How to Form Agung Batan Bingin Temple in Pakraman Pejeng Kawan Village, Tampaksiring District, Gianyar Regency 2) What Function of Pura Agung Batan Bingin in Desa Pakraman Pejeng Kawan , Tampaksiring District, Gianyar Regency 3) Apamakna theologyPura Agung Batan Bingindi Desa Pakraman Pejeng Kawan, District Tampaksiring, Gianyar Regency?

Some of the components that can be studied as well as the presentation of results include: the form of Pura Agung Batan Bingin, with elements of the history of Pura Agung Batan Bingin, courtyard structure (mandala) and building palinggih, Pangempon Pura, and the form of ceremonial procession pujawali. Interpretation of the function, meaning of Pura Agung Bantan Bingin has: (1) religious function, (2) social function, (3) economic function. Interpretation of meaning, then Pura Agung Batan Bingin has: (1) theological meaning, (2) aesthetic meaning, and (3) meaning of prosperity.


Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan. Dkk. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cetakan Pertama Edisi III). Jakarta: Balai Pustaka

Ariani, Dewa Ayu Made. 2013. Pura Widya Dharma Cibubur Bentuk, Fungsi, dan Makna (persfektif Sosio-Religius). Denpasar: Tesis Pascasarjana IHDN Denpasar.

Arisukarta, I Kadek. 2013. Eksistensi Pura Subak Abian Jepun di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Denpasar: Skripsi Fakultas Brahmaa Widya, IHDN Denpasar.

Daryanto, 1997. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Surabaya: Apolo.

Ekayuni,, 2013. “ Kajian Filosofis Pura Gaduh di Desa Pakraman Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar”. Denpasar: Skripsi Fakultas Brahma Widya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Gde Raka, Anak Agung, 2011. Pura Agung Batan Bingin. Gianyar.

Griffith, R. T. H. 2005. Yajurweda Samhita. Surabaya : Paramita.

Gulo, 2002. Metodelogi Penelitian. Jakarta: PT. Gramedia PustakaUtama.

Hadi, Sutrisno, 1983. Metodelogi Research I. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Huky, Wila, 1994. Antropologi. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.

Iskandar. 2009.Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Gaung Persada

Giri, I Ketut. 2010. Eksistensi Palinggih Ratu Mekah Di Pura Penataran Agung Desa Tista Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Denpasar: IHDN.

Jumadian, I Ketut. 2013. Tradisi Pembuatan Malang Pada Setiap Anggara Kasih Di Pura Penataran Agung Banjar Sekarmukti Pendung Desa Pengsan Kecamatan Petang Kabupaten Badung (Persepetif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Arcaya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Keramas, Dewe Made Tantra, 2007. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu Agama Dan Budaya. Surabaya: Paramitha

Koetjaraningrat. 1987. Pengatar Ilmu Antropologi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Koentjaraningrat, 2009. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia.

Mardiwarsito, S. 1986. Kamus Jawa Kuno-Indonesia. Jakarta: Nusa Indah.

Misra, P.S.. 2008. Hindu Dharma Jalan Kehidupan Universal. Surabaya : Paramita.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. RemajaRosdakarya.

Narbuko, dkk, 2004. Metode Penelitian. Jakarta: BumiAkasa.

Ngurah, I Gusti Made. 2009. Dasar-dasar Agama Hindu. Surabaya : Paramita.

Ngurah,I Gusti Made, dkk.2005. Buku Pendidikan Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Surabaya: Paramita.

Putra, Ida Bagus Rai. 2013. Pedoman Ajaran Agama Hindu.

Sandikan, I Ketut, 2011. Pratima Bukan Berhala (Pemujaan Tuhan Melalui Simbol-Simbol). Surabaya: Paramita.

Sandiarsa. 1985. Pengertian Tempat Suci. Jakarta: Balai Pustaka.

Sanjaya, Putu. 2010. Acara Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Setia, Putu dkk.1993. SuaraKaumMuda Hindu. Jakarta: Yayasan Dharma Nusantara.

Sudarsana, I. K. (2017). Interpretation Meaning of Ngaben for Krama Dadia Arya Kubontubuh Tirtha Sari Ulakan Village Karangasem District (Hindu Religious Education Perspective). Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 1(1), 1-13.

Sudarsana, I. K. (2016, October). Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Hindu Melalui Efektivitas Pola Interaksi Dalam Pembelajaran Di Sekolah. In SEMINAR NASIONAL AGAMA DAN BUDAYA (SEMAYA II) (No. ISBN : 978-602-71567-6-0, pp. 132-140). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar bekerjasama dengan Jayapangus Press.

Suharto & Iryanto, 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Suhardana. K.M. 2006. Menelusuri Kawasan Suci Hindu, Berlandaskan Kitab Suci Veda PT. Empat Warna Komunikasi.

Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfa Beta.

Sugiyono. 2012. Metodelogi Penelitian Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sukrawan, Gede Putu. 2012. “ Eksistensi Pura Pajenengan di Desa Panji Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng”. Denpasar: Skripsi Fakultas Brahma Widya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasaar.

Sumardana, I Ketut. 2013. Acara Agama Hindu. Diktat. Denpasar : IHDN Denpasar.

Tim Penyusun. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT. GramediaPustakaUmum.

Tim Reality, 2008. Kamus Besar Indonesia. Surabaya: Penerbit Reality Publisher. Surabaya

Titib, I Made. 1994. Ketuhanan Dalam Veda. Denpasar: Pustaka Manik Geni.

Titib, I Made. 2001. Teologi Simbol-Simbol dalam Agama Hindu.Surabaya: Paramita.

Titib, I Made. 2003. Teologi dan Sombol-Simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Triguna, Ida Bagus Gede Yudha. 2000. Teori Tentang Simbol. Denpasar: Widya Dharma.

Westra, I Nengah. 2008. Eksistensi Pura Nampa Sela di Desa Pakraman Padangan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Denpasar: Tesis Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri.

Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 1989, Cara Belajar Agama Hindu yang Baik. Denpasar : Yayasan Dharma Naradha.

Wiana, I Ketut.2009. Pura Besakih-Hulunya Pulau Bali. Surabaya: Paramita.

Yudhabakti, I Made dan Watra, I Wayan.2007. Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali.Surabaya: Paramita.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penelitian Agama Hindu Indexed By :

 

 

Jurnal Penelitian Agama Hindu is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

web
counter