EKSISTENSI PURA TELEDU NGINYAH PADA ERA POSMODERN DI DESA GUMBRIH KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

Ni Putu Sri Ratna Dewi, I Ketut Sudarsana

Abstract


Pulau Bali sering dijuluki sebagai Pulau seribu pura atau Pulau Dewata, julukan Bali seribu pura tepat sekali untuk sebutan Pulau Dewata, karena begitu banyak pura yang ada. Setiap agama memiliki tempat suci yang berbeda-beda, salah satunya adalah agama Hindu memiliki tempat suci yang disebut pura untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di dalam sebuah pura memiliki struktur bangunan yang mengikuti konsep Tri Mandala, yaitu Utama Mandala, Madya Mandala dan Nista Mandala. Pura Teledu Nginyah adalah salah satu dari kebanyakan Pura yang menggunakan konsep Tri Mandala. Pura yang terdapat di Desa Gumbrih memiliki keunikan berupa Tapakan/ Batu Besar yang dipercaya berfungsi sebagai tempat pesamuan penjaga/ ancangan di Pura Teledu Nginyah.

Hasil Penelitian menunjukkan (1) Eksistensi Pura Teledu Nginyah dapat dilihat dari Sejarah, struktur bangunan dan karya di pura ini. (2). Pura Teledu Nginyah memiliki fungsi religius, fungsi etika dan fungsi sosial. (3) Nilai-nilai pendidikan agama Hindu  yang terdapat pada Pura Teledu Nginyah yaitu: nilai Pendidikan Tattwa, nilai Pendidikan Susila dan nilai Pendidikan Bhakti.


Full Text:

PDF

References


Abidin, Zainal. (2007). Analisis Eksistensial. Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada.

Agus, I Nyoman. (2013). Eksistensi Pura UlunKuning di Deasa Pakraman Yeh Kuning Kecamatan Jembrana Kabpaten Jembrana (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Denpasar: IHDN Denpasar.

Ardana, I Made. (2009). Eksistensi Pura Watu Klotok Sebagai Linggih Pasucian Ida Bhatara Besakih di Desa Tonja Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Denpasar: IHDN Denpasar.

Artadi, I Ketut.(2004). Nilai Makna dan Martabat Kebudayaan. Denpasar: Sinay.

Connolly, Peter. (2002). Aneka PendekatanStudi Agama. Yogyakarta: Lkis.

Dewi, Ni Made Dwi Purnama Sari. (2016). Pemujaan Pura Ratu Gede Ulun Danu dan Dewa Ayu Ceraki di Pura Rambut Naga di Desa Dangin Tukadaya Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Denpasar: IHDN Denpasar.

Jirzanah. (2008). Aktualisasi Pemahaman Nilai Menurut Max Scheler Bagi Masa Depan Bangsa Indonesia. Jurnal Filsafat. Volume 18, Nomer 1. hlm. 92-96.

Kadjeng, I Nyoman, dkk. (2000). Sarasamuscaya. Surabaya: Paramita

PHDI Pusat. (2001), Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu -I- XV, Denpasar, Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Beragama.

Ritzer, George & Douglas J. Goodman. (2010). Teori Sosiologi Modern, Edisi Ke-6. Jakarta: Kencana

Sudarsana, I. K. (2016, April). Meningkatkan Perilaku Kewirausahaan Wanita Hindu melalui Pemberian Pelatihan Upakara. In Seminar Nasional (No. ISBN : 978-602-72630-5-5, pp. 79-85). Pusat Studi Gender danAnak LP2M IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015, September). Inovasi Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Berbasis Multikulturalisme. In Seminar Nasional (No. ISBN : 978-602-71567-3-9, pp. 94-101). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015, June). Pentingnya Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter bagi Remaja Putus Sekolah. In Seminar Nasional (No. ISBN : 978-602-71567-1-5, pp. 343-349). Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar.

Titib, I Made. (2003). Teologi&Simbol-simbolDalam Agama Hindu. Denpasar: Paramita Surabaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penelitian Agama Hindu Indexed By :

 

 

Jurnal Penelitian Agama Hindu site and its metadata are licensed under CC BY-SA

web
counter