PEMENTASAN CALONARANG PADA PIODALAN DI PURA DALEM DESA PAKRAMAN UMANYAR TAMANBALI BANGLI (Perspektif Teologi Hindu)

Ni Kadek Ary Murdaningsih

Abstract


Pementasan Calonarang di Desa Pakraman Umanyar menggunakan cerita Pawarangan Bahula Ratna Mangali, yaitu anak Mpu Bharadah yang akan dinikahkan dengan anak Walunateng Dirah untuk mendapatkan pustaka yaitu Nircaya Lingga dan Niscaya Lingga. Dalam pementasan Calonarang ini, adanya keunikan yaitu Tarian Tengklung. Tari Tengklung merupakan seni bela diri (pencak silat) yang ditarikan oleh seseorang yang kerauhan. Dalam hal ini, melalui kerauhan, seseorang yang dipinjam badan raganya oleh kekuatan alam sekitarnya dan mengetahui ke mana arah yadnya (upakara) dipersembahkan.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, permasalahan dan tujuan yang harus dijawab dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pementasan Calonarang pada Piodalan di Pura Dalem Desa Pakraman Umanyar, Tamanbali, Bangli? (2) Apakah fungsi pementasan Calonarang pada Piodalan di Pura Dalem Desa Pakraman Umanyar, Tamanbali, Bangli? (3) Apakah makna teologi pementasan Calonarang pada Piodalan di Pura Dalem Desa Pakraman Umanyar, Tamanbali, Bangli?. Sebagai landasan berfikir dalam penelitian ini, digunakan beberapa teori sebagai berikut: Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Simbol. Di samping itu, data yang dipergunakan yaitu data Primer dan data Sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah proses pementasan Calonarang, dipentaskan pada Piodalan di Pura Dalem, dengan ritual tertentu. Fungsi dari pementasan Calonarang dalam penelitian ini, yaitu fungsi sosial adalah mendidik warga masyarakat untuk saling membantu, dan saling menolong, fungsi religi adalah untuk meningkatkan kualitas sradha dan bhakti, dan fungsi hiburan adalah dari seni yang membangunnya pementasan Calonarang merupakan seni total teater. Makna yang terkandung dalam penelitian pementasan Calonarang adalah makna teologi, makna filosofis dan makna simbol. Makna yang dapat diambil dari pementasan Calonarang tersebut dapat dijadikan sebagai suatu patokan atau pedoman hidup untuk masa mendatang guna mencapai kebahagiaan yang tertinggi bagi generasi penerus.


Full Text:

PDF

References


Sudarsana, I. K. (2014). PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN UPAKARA BERBASIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN: Studi pada Remaja Putus Sekolah di Kelurahan Peguyangan Kota Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015). PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DALAM UPAYA PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA. Jurnal Penjaminan Mutu, (Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2015), 1-14.

Sudarsana, I. K. (2016). DEVELOPMENT MODEL OF PASRAMAN KILAT LEARNING TO IMPROVE THE SPIRITUAL VALUES OF HINDU YOUTH. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 4(2), 217-230.

Sudarsana, I. K. (2016). PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN DALAM BUKU LIFELONG LEARNING: POLICIES, PRACTICES, AND PROGRAMS (Perspektif Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia). Jurnal Penjaminan Mutu, (2016), 44-53.

Sutama. 2013. “Pementasan Tari Gambuh pada Piodalan di Pura Puseh Desa Pakraman Padangaji Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem”. Skripsi. Denpasar: Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penelitian Agama Hindu Indexed By :

 

 

Jurnal Penelitian Agama Hindu is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

web
counter