PENEKANAN KONSEP BRAHMACARI ASRAMA DI SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA

I Wayan Kastana

Sari


Konsep Catur Asrama sebagai dasar maupun landasan setiap orang dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Konsep Catur Asrama ini sebagai penuntun dalam menempuh kehidupan di masing-masing tingkatan yang ada dalam ajaran Catur Asrama. Secara etimologi kata, Catur Asrama merupakan berasal dari bahasa sanskerta yaitu kata “ catur” yang berarti empat dan “ asrama” berarti tempat atau lapangan. Jadi Catur asrama merupakan empat tingkatan tempat atau kondisi kehidupan yang akan dilewati setiap orang sesuai dengan kemampuanya. Bagaimana secara konseptual seseorang memahami tujuan dari ajaran Catur Asrama ini yang seharusnya di lalui dengan baik sesuai dengan jenjang dan umur dalam tingkatan Asrama yang sedang di jalani. Tentu setiap jenjang Asrama dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan yang hendak dicapai. Jangan sampai tujuan itu tertukar dari masing-masing tingkatan Asrama yang serahusnya sejalan sesuai dengan ajaran ini. Jika hal ini terjadi, tentu ini merupakan penyimpangan dari ajaran catur asrama, karena tidak sesuai dari apa yang menjadi tujuan dengan kenyataaan yang terjadi di dalam kehidupan. Penyimpangan-penyimpang yang terjadi terhadap anak didik yang kita lihat yakni, kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, berpacaran khususnya pelajaran SMP dan SMA, hamil di luar nikah, kekerasan terhadap anak, rasa kejujuran yang semakin menurun, penyalahgunaan Narkoba,Seks Bebas, terjadinya degradasi moral dan kenakalan-kenalakan lainnya yang dilakukan oleh para pelajar. Disinilah diperlukan pemahaman bersama baik diri siswa itu sendiri, keluarga, sekolah, pemerintah, tokoh Agama dan pihak-pihak yang menangani hal ini. Dengan demikian diharapkan penyimpangan-penyimpangan tadi dapat dikurangi, kalau bisa tidak ada lagi, khususnya di kalangan para pelajar di masa kini. Jika setiap tujuan dari jenjangjenjang kehidupan yang di ajarkan konsep catur asrama dipahami dengan baik dan benar, secara otomatis penyimpangan prilaku yang terjadi tidak akan atau dapat diminimalkan. Sehingga dapat penulis simpulkan bawasannya konsep catur asrama yang merupakan sebagai landasan untuk menjalani kehidupan di dunia ini harus memang benar-benar di jadikan dasar untuk berprilaku sesuai dari jenjang kehidupan yang kita alami saat ini. Terutama dalam Brahmacari asrama yang penekanannya dalam pemahaman siswa harus benar-benar di tekankan agar siswa tahu dan paham akan tugas dan kewajiban sebagai seorang Brahmacari.

Kata Kunci : Catur Asrama, Catur Purusa Artha, Catur Guru


Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25078/gw.v5i2.639

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Guna Widya terindex

     

]